Hari Satelit Palapa Diperingati Tiap 9 Juli, Ini Sejarahnya

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 15:24 WIB
Hari Satelit Palapa Diperingati Tiap 9 Juni, Ini Sejarahnya
Hari Satelit Palapa Diperingati Tiap 9 Juli, Ini Sejarahnya/ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Hari Satelit Palapa diperingati setiap 9 Juli. Diketahui Palapa merupakan nama satelit yang menjadi pelopor telekomunikasi di Indonesia.

Satelit Palapa menjadi sistem komunikasi satelit domestik (SKSD) pertama yang memberikan layanan telepon dan faksimili antarkota di Indonesia.

Sejarah Hari Satelit Palapa

Berbicara tentang sejarah, Hari Satelit Palapa ini diperingati sebagai bentuk pengingat akan langkah awal kian mudahnya layanan komunikasi di Indonesia. Di era Presiden Soeharto, proyek satelit telekomunikasi domestik tersebut.

Soeharto meminta Departemen Perhubungan dan Direktorat Jenderal Komunikasi, Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel, sekarang PT Telkom), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) mencari solusinya.

Mengutip dari laman resmi Kominfo, proyek satelit tersebut dirancang oleh perusahaan Hughes Aicraft Company, asal Amerika Serikat. Dalam waktu 17 bulan saja, proyek ini selesai.

Satelit Palapa diluncurkan dengan roket Delta di Kennedy Space Center, Tanjung Canaveral, Amerika Serikat, pada 8 Juli 1976. Sementara itu, di Indonesia, Presiden Soeharto beserta Menteri Perhubungan Emil Salim, Menteri Sekretaris Negara Soedharmono, dan pejabat lain menyaksikan peluncuran satelit Palapa melalui Stasiun Pengendali Utama Satelit (SPU) Cibinong di Jalan Narogong, Kembang Kuning, Klapanunggal, Bogor, Jumat, 9 Juli 1976, sejak pukul 06.13 WIB.

Setelah roket mengeluarkan Satelit Palapa A1 dan berada pada orbit geostasioner di posisi 83 derajat Bujur Timur atau pada ketinggian 30.500 kilometer pada pukul 14.00 WIB, terdengar kontak pertama dengan stasiun bumi di SPU Cibinong. Sejak saat itulah, pada 9 Juli diperingati sebagai Hari Satelit Palapa.

Asal Mula Nama Palapa

Hari Satelit Palapa tak lepas dari sorotan nama sebutannya. Diketahui nama tersebut diberikan oleh Soeharto.

Dalam buku karya G Dwipayana dan Ramadhan KH berjudul 'Soeharto Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya' (1989), Soeharto mengatakan Indonesia membutuhkan sistem komunikasi satelit domestik untuk memperlancar komunikasi dengan semua wilayah Indonesia yang berpulau-pulau. Nama 'Palapa' muncul kala Soeharto mengingat sejarah Gajah Mada, Patih Amengkubumi Kerajaan Majapahit, yang telah mengeluarkan Amukti Palapa (Sumpah Palapa) untuk menyatukan semua kerajaan di seluruh Nusantara pada 1336 Masehi.

"Karena itulah sistem satelit domestik itu kita beri nama Palapa sebagai lambang terjelmanya sumpah Gajah Mada untuk mempersatukan Nusantara," kata Soeharto dalam buku tersebut.

Ada 9 Satelit Palapa di Indonesia

Berawal dari penentuan Hari Satelit Palapa, yang menjadi satelit pertama Indonesia, kini ada 9 satelit yang ada di Indonesia. Seiring dengan berkembangnya teknologi, satelit Palapa pun mengalami regenerasi dan hingga kini sudah ada 9 satelit yang dimiliki. Ini daftarnya:

1. Satelit Palapa A-1 (1976-1983)

Satelit perdana milik Indonesia ini memang didesain untuk mengoptimalkan pancaran sinyal ke seluruh Nusantara, bahkan hingga ke negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina. Satelit ini di bawah pengawasan Perumtel yang sekarang berganti nama menjadi 'Telkom' untuk sistem komunikasi, siaran TVRI dan Kemenhankam. Satelit Palapa memiliki berat 574 kg, tinggi 3,7 meter, diameter 1,9 meter, dan antena berdiameter 1,5 meter.

2. Satelit Palapa A-2 (1977-1987)

Proyek satelit kedua dibuat sebagai cadangan jika satelit A-1 mengalami kegagalan. Satelit A-2 diluncurkan pada Maret 1977 dengan roket Delta 2914 dengan harapan bisa menjaga stabilnya layanan komunikasi di Indonesia

3. Satelit Palapa B-1 (1983-1990)

Pada 18 Juni 1983, pemerintah kembali meluncurkan Satelit Palapa B-1 melalui pesawat STS misi ke 7 Challenger. Sama seperti satelit seri A, satelit B-1 ini Dibuat oleh perusahaan Hughes Aicraft Company.

Satelit ini dioperasikan oleh stasiun pengendali di Elsegundo California, yaitu Pusat Pengendali Operasi dan SPU (Stasiun Pengendali Utama) Cibinong dan Fillmore di Ventura City. Kala itu, satelit ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan negara-negara di ASEAN.

4. Satelit Palapa B-2 (1984-gagal)

Pada 3 Februari 1984, satelit Palapa B-2, yang merupakan plan B dari Satelit Palapa B-1, diluncurkan tapi mengalami kegagalan. Hal ini disebabkan motor perigee tidak dapat berfungsi maksimal.

Karena kegagalan tersebut, pemerintah kembali membuat proyek satelit Palapa B-2 Pengganti atau disingkat B2P, untuk menggantikan Satelit Palapa A-1 dan Satelit Palapa A-2 yang sudah habis masa pakainya.

5. Satelit Palapa B2P (1987-1996)

Satelit Palapa B2P diluncurkan secara konvensional melalui sistem roket pada 20 Maret 1987. Sebenarnya peluncuran roket dijadwalkan pada 1986, tapi ditunda hingga 1987 imbas kecelakaan pesawat Challenger yang meledak di udara serta menewaskan kru pesawat.

6. Satelit Palapa B2R (1990-2000)

Satelit Palapa B2 diperbaiki oleh Sattel Technologies pada 13 April 1990. Satelit ini kemudian diluncurkan melalui Delta 6925 dan dinamakan Satelit Palapa B2R.

7. Satelit Palapa B4 (1992-2005)

Pada 14 Mei 1992, satelit domestik bernama Palapa B4 diluncurkan. Peluncuran berlangsung selama 4 hari dengan menguji peralatan dan komunikasi untuk mengecek fungsi transponder dan pengaruhnya setelah diluncurkan.

8. Satelit Palapa C1 (1996-1999) dan Satelit Palapa C2 (1996-2011)

Berbeda dengan Satelit Palapa A dan B, satelit ini mampu menjangkau area yang lebih luas, seperti Asia Tenggara, sebagian China, India, Jepang, dan Australia. Satelit Palapa C ini dioperasikan pula oleh perusahaan dalam negeri, Satelindo, yang kini bernama Indosat.

9. Satelit Palapa D (2009-2024)

Satelit Palapa D dibuat oleh Thales Alenia Space di Prancis. Dengan komponen platform SpaceBus 4000-B3, satelit ini mampu mencakup Asia, Asia Tenggara, dan seluruh Indonesia.

(izt/dhn)