Seloroh Ganjar Soal Corona di Jateng Naik Terus: Gubernurnya Nggak Pinter

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 13:25 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di RSUD Kalisari Batang, Selasa (29/6/2021).
Ganjar Pranowo (Robby Bernardi/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengaku tak ingin mencari alasan soal kenaikan kasus Corona di Jateng. Sambil berseloroh, Ganjar menyebut dirinya tak pintar.

Ganjar mengatakan hal tersebut menjawab pertanyaan soal strategi komunikasi menghadapi warga yang belum taat dengan protokol kesehatan dalam webinar 'Strategi Komunikasi Presiden dan Kepala Daerah dalam Penanganan Pandemi COVID-19', Jumat (9/7/2021).

"Sebenarnya kelakuan sama sih ya, di Sumatera Selatan mungkin penanganannya jauh lebih bagus. Mungkin karena, kalau saya sih nggak mau cari excuse. Yang jelas sih, kalau di Jawa Tengah, gubernurnya nggak pinter kok sebenarnya, dia nggak pinter, dia nggak bisa ngerespons, karena buktinya naik terus (Corona) gitu," kata Ganjar sambil guyon.

Ganjar kemudian menjelaskan klaster warga terkait pemahaman terhadap virus Corona. Menurutnya, ada warga yang tak percaya soal virus Corona.

"Hanya memang, kalau kita mau buat clustering, Pak Suryadi, sama Pak, 1 kita masih ada yang paling akut nih ya, paling akut nih, nggak percaya sama COVID, itu paling akut tuh," ujarnya.

Klaster kedua ada warga yang masih bertanya soal keberadaan virus Corona. Pada klaster ini, Ganjar mengatakan warga diberi ruang untuk bertanya soal virus Corona.

"Terus yang sedeng-sedeng, masih mencari antara iya dan tidak, dia bertanya. Nah, yang bertanya-bertanya itu kita kasih jawaban, maka strategi saya adalah tadi itu, ini loh ada tempat komunikasi, ada nomor telepon, Anda boleh tanya," ucapnya.

Warga yang masih mempertanyakan Corona ini, menurut Ganjar, perlu dilayani. Para relawan diajak Ganjar mengingatkan warga di lapangan.

"Nah yang terakhir, sudah percaya, yang sudah percaya tidak usah diurus. Nah, tapi menjawab pertanyaan yang tengah, yang masih bertanya, negara, pemerintah, harus melayani, relawan harus kita ajak, makanya yang masuk pasar itu bukan pejabat, bukan pegawai, itu relawan yang saya katakan mereka bergerak sendiri untuk iling lan ilingke," imbuhnya.

Tonton Video: Boyolali Siapkan Tempat Isolasi COVID-19 di Lereng Gunung Merapi

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/tor)