Mobilitas di Jateng Baru Turun 18%, Ini Penjelasan Ganjar

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 13:07 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa (29/12/2020).
Ganjar Pranowo (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengungkap pergerakan atau mobilitas warga di Jateng tak turun drastis. Menurut Ganjar, ada perbedaan kondisi wilayah Jateng dengan daerah lainnya.

Hal ini disampaikan Ganjar dalam webinar 'Strategi Komunikasi Presiden dan Kepala Daerah dalam Penanganan Pandemi COVID-19', Jumat (9/7/2021). Ganjar membandingkan penurunan pergerakan warga di Jateng dengan DKI Jakarta dan Jawa Barat.

"Kemarin sih kita melihat Jawa Tengah penurunan pergerakannya masih rendah, 2 hari pertama kita hanya bisa turun sekitar 6%, terus kemudian turun lagi 8%, terus bisa agak drastis 18%, padahal DKI bisa dilakukan sampai 20%, Jawa Barat sekitar 20-an juga, sama," kata Ganjar.

Menurut politikus PDIP ini ada perbedaan kondisi di Jateng, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Oleh sebab itu, ada perbedaan dalam menghadapi warga yang masih tetap ingin keluar rumah.

"Apa yang terjadi? Ternyata memang kondisi perkotaan, pedesaannya, kondisi daerahnya ya beda, memang beda. Maka treatment-nya enggak bisa sama," ujarnya.

Pola komunikasi Ganjar dalam menghadapi warga yang berkerumun pun berbeda, menurut Ganjar ada warga yang mudah diajak bicara dan bercanda akan langsung membubarkan diri. Namun, jika masih ngeyel, kerumunan itu akan terpaksa dibubarkan.

"Kalau itu tidak mau, maka tindakan berikutnya tindakan keras, setelah itu apa? Dibubarkan," imbuhnya.

(rfs/tor)