Hima Persis DKI Ajak Warga Bantu Pemerintah Hadapi COVID: Kritik yang Bijak

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 09:51 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Foto: Ilustrasi COVID-19 (Getty Images/loops7)
Jakarta -

Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) DKI Jakarta melihat kebijakan pemerintah dalam mengatasi lonjakan kasus COVID-19 menuai pro dan kontra. Mengingat situasi saat ini, di mana RS dan tenaga kesehatan (nakes)-nya kewalahan melayani pasien COVID-19 hingga muncul kebijakan PPKM Darurat,

"Dalam situasi pandemi dan PPKM darurat, pemerintah dan warganya harus saling bahu-membahu, gotong royong, dengan penuh kejujuran dan rasa tanggungjawab untuk bisa sama-sama bangkit dari situasi darurat ini," kata Ketua PW Hima Persis DKI Jakarta, Ilham Nurhidayatullah dalam keterangan tertulis, Jumat (9/7/2021).

Ilham melihat upaya pemerintah dalam menanggulangi COVID-19 masih dibanjiri kritikan di media sosial. Menurut Ilham hal itu sah-sah saja, asal konstruktif, argumentatif dan bijaksana demi kepentingan seluruh masyarakat.

"Kritik menjadi hak setiap warga negara yg diatur secara konstitusional. Kritik yang konstruktif dan argumentatif menjadi masukan penting dalam mengukur dan mengoreksi kebijakan pemerintah yang menyangkut hajat hidup orang banyak," tutur Ilham.

Ilham mengingatkan kritik yang tak bijaksana malah berpotensi menimbulkan disharmoni di tengah masyarakat, bahkan konflik horizontal yang kontraproduktif. Ilham menekankan, kolaborasi dan sinergitas seluruh elemen masyarakat dan pemerintah perlu terjadi di masa pandemi. Salah satunya, adalah dengan mendukung program vaksinasi COVID-19 demi terciptanya herd immunity.

"Dalam menyampaikan kritik perlu mengedepankan kebijaksaan sikap sehingga tidak menimbulkan disharmoni yang mengarah kepada konflik yang tidak produktif," tutur ilham.

"Sinergitas dan kolaborasi dalam vaksinasi menjadi program penting yg sedang berjalan untuk sama-sama di sukses. Sehingga dengan berjalan baiknya vaksinasi, bangsa ini segera bangkit dan pulih," pungkas dia.

(aud/fjp)