BEM Nusantara Minta Mahasiswa Dukung Pemerintah soal Vaksinasi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 21:13 WIB
Koordinator Pusat BEM Nusantara, Eko Pratama menerima vaksin COVID-19
Foto: Koordinator Pusat BEM Nusantara, Eko Pratama menerima vaksin COVID-19 (dok. istimewa)
Jakarta -

Mahasiswa diminta untuk satu pandangan untuk menyelesaikan pandemi COVID-19, yakni menyukseskan kegiatan vaksinasi massal yang diadakan Pemerintah. Dijelaskan kondisi pandemi kini mengkhawatirkan di mana rumah sakit tak mampu lagi menampung pasien positif COVID-19, sehingga mahasiswa sebagai bagian dari elemen bangsa diminta ikut bergotong royong mendukung salah satu upaya pemerintah.

"Kali ini kita wajib satu pandangan. Negara sedang dalam keadaan genting. Sejumlah rumah sakit penuh. Berbagai fasilitas umum sudah dialihfungsikan untuk menampung pasien COVID-19 yang membludak. Kita benar-benar harus bergotong-royong untuk menuntaskan persoalan pandemi, baik dari unsur pemerintahan, organisasi sipil, pemuda, mahasiswa, dan elemen-elemen lainnya," kata Koordinator Pusat BEM Nusantara, Eko Pratama di Jakarta, Kamis (8/7/2021).

Menyukseskan vaksinasi COVID-19, tutur Eko, tak cukup dengan menjadi penerima vaksin. Tetapi juga ikut mengampanyekan vaksinasi.

"Sebagai mahasiswa kita harus mendukung. Bukan hanya sekedar ikut vaksin, tapi juga dapat mengajak dan turut menyerukan kepada sanak saudara dan teman seperjuangan untuk mengikuti vaksin. Agar target vaksinasi yang dicanangkan oleh pemerintah dapat segera mencapai target," ucap dia.

Menurut Eko, masyarakat sangat mudah memperoleh dosis vaksin COVID-19 saat ini. Beberapa lembaga negara, termasuk TNI-Polri setiap harinya mengadakan vaksinasi massal di seluruh jajaran.

Namun beberapa kendala yang ditemukan terkait vaksinasi COVID-19, lanjut Eko, di antaranya warga yang terpengaruh hoax dan opini liar. "Saat ini masih ada masyarakat yang takut atau tidak mau divaksin, karena percaya dengan informasi hoaks dan opini-opini liar, khususnya di media sosial," ujar Eko.

Eko menilai mahasiswa dapat mengambil bagian membantu negara dengan meyakinkan masyarakat soal keamanan, kehalalalan dan manfaat vaksin yang dapat menyelamatkan jiwa para penerima vaksin tersebut. Eko pesimis pandemi COVID-19 berakhir jika masih ada yang bersikap tak peduli.

"Sebagai mahasiswa kita memiliki tugas untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi ini aman, halal, dan wajib kita lakukan untuk melindungi diri sendiri dan keluarga kita. Sampai kapan kita akan keluar dari masalah besar ini, jikalau kita sendiri masih acuh tak acuh saja," ungkap dia.

Di lain hal, Eko juga menyoroti permainan mafia obat-obatan yang mencari keuntungan dalam kesempitan. Dia mendesak Polri menindak tegas para penimbun obat.

"Sudah banyak rakyat yang meninggal karena terjangkit pandemi ini, dan masih banyak yang sedang dalam masa kritis. Para mafia obat-obatan ini justru masih mencari keuntungan sebesar-besarnya di tengah kondisi rakyat yang sedang susah. Perbuatan mereka ini tidak berprikemanusiaan dan tidak bisa dibiarkan. Harus ditindak tegas," pungkasnya.

(aud/fjp)