COVID Melonjak, Bali Lakukan Karantina Terpusat Pasien Bergejala Sedang

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 17:26 WIB
Ilustrasi Bali (Angga Riza/detikcom)
Ilustrasi Bali (Dok. detikcom)
Denpasar -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membuka lokasi karantina terpusat bagi masyarakat yang terpapar COVID-19 bergejala sedang. Lokasi karantina itu dibuka lantaran kasus COVID-19 terus melonjak.

Pembukaan lokasi karantina terpusat itu disepakati saat Gubernur Bali Wayan Koster melakukan evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat, Rabu (7/7/2021) malam. Terlebih kasus COVID-19 di Bali per tanggal tersebut mencapai 505 orang.

"Untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih luas, rapat evaluasi tadi malam telah menyepakati untuk membuka kembali tempat karantina, terutama bagi warga masyarakat yang terpapar COVID-19 dengan gejala sedang," kata Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam keterangan tertulis, Kamis (8/7).

Lokasi karantina terpusat untuk pasien COVID-19 bergejala sedang tersebut bertempat Hotel Ibis Kuta, Kabupaten Badung. Sementara bagi yang bergejala berat tetap dilakukan perawatan di rumah sakit.

Tak hanya Pemprov, pemerintah kabupaten dan kota di Bali juga turut diminta untuk membuka layanan karantina bagi warga masyarakat yang terpapar COVID-19.

Dewa Indra menambahkan, dalam upaya mengendalikan COVID-19 dan meningkatkan ketahanan tubuh, pihaknya terus meningkatkan vaksinasi ke masyarakat. Karena itu, masyarakat diimbau agar mengikuti vaksinasi di lokasi yang telah disediakan, baik di fasilitas kesehatan maupun di berbagai tempat vaksinasi umum yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.

Para orang tua murid, juga mohon untuk mengajak anaknya yang telah berumur 12 sampai 17 tahun agar mengikuti vaksinasi di sekolah masing-masing. Saat ini di berbagai sekolah telah dimulai vaksinasi, dari SMP hingga SMA/SMK.

"Jadi mohon kepada orang tua murid memastikan putra-putri tercintanya mengikuti vaksinasi COVID-19 ini," pinta Dewa Indra.

Simak video 'Positivity Rate Corona di Jawa-Bali Masih Tinggi, Tes Belum Sesuai Target':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)