Kemenperin Amankan Produksi dan Distribusi Oksigen untuk Pasien Corona

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 19:59 WIB
Pasokan oksigen untuk kebutuhan medis sempat mengalami kelangkaan. Pemerintah meminta pasokan oksigen industri dikonversi untuk memenuhi kebutuhan medis.
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menambah produksi oksigen dan pengadaan isotank guna mengatasi masalah pengiriman oksigen medis dari industri ke rumah sakit untuk penanganan pandemi virus Corona (COVID-19). Selain itu, menyediakan tabung oksigen dan oxygen concentrator/generator.

"Sementara ini, kami telah mengamankan produksi tambahan oksigen sehingga total suplai harian menjadi 2.622,9 ton/hari, 132 truk isotank pengangkut oksigen, 15.906 tabung oksigen, 8.100 unit oxygen concentrator, dan 9 deployable oxygen concentrator system," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangannya, Kamis (8/7/2021).

"Angka ini akan terus naik lagi setelah komitmen pembelian dan kontribusi industri dalam negeri direalisasikan. Kami kerahkan semua sumberdaya yang dimiliki, diantaranya kebijakan dan realokasi APBN Kemenperin untuk mengamankan pasokan dan distribusi oksigen medis," ujarnya.

Kemenperin bekerja sama dengan kementerian atau lembaga lain, pemerintah daerah, serta asosiasi industri untuk memenuhi kebutuhan gas oksigen untuk penanganan COVID-19. Pembagian wilayah tugas dan tanggung jawab dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.

"Kami telah menginstruksikan perusahaan-perusahaan industri dalam negeri untuk memastikan ketersediaan oksigen dan tabung oksigen untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis. Kontribusi perusahaan industri terhadap sektor kesehatan dalam penanggulangan COVID-19 sangat diharapkan dalam situasi sekarang," kata Agus.

Pengamanan Produksi Oksigen Medis dan Kontribusi Industri

Berdasarkan data Kemenkes, kebutuhan oksigen medis untuk Jawa-Bali naik dari 800 ton per hari pada 30 Juni 2021, menjadi 1.400 ton per hari di tanggal 1 Juli 2021. Kemudian 2.262 ton per hari pada 3 Juli 2021, dan naik lagi menjadi 2.323 ton per hari pada tanggal 6 Juli 2021. Kemenkes juga memprediksi adanya tambahan kebutuhan sebesar 71 ton setiap 3 hari.

Menperin menyebut, kapasitas nasional produksi oksigen sebesar 1.700 ton per hari. Saat ini, Kemenperin telah berhasil merealisasikan pasokan oksigen tambahan sebesar 920,5 ton per hari. Angka pasokan tambahan ini terus naik demi mengamankan kebutuhan pasokan oksigen medis.

Berdasarkan Instruksi Menperin No. 1 Tahun 2021, Kemenperin menginstruksikan pelaku industri untuk berkontribusi dalam pemenuhan oksigen bagi penanganan COVID-19. Samator akan memfungsikan unit liquefaction di Surabaya untuk menambahkan pasokan oksigen. Airliquide pun mengaktivasi kembali plant-nya di Cilegon.

PT Obsidian Stainless Steel, PT Sojitz Indonesia, dan PT Smelting, yang memiliki oxygen plant, bersedia meningkatkan produksi oksigennya untuk kebutuhan medis. Sementara itu, industri pupuk, seperti Pupuk Kaltim dan Pupuk Sriwijaya, juga memiliki beberapa oxygen plant.

"Jika mereka dapat didorong untuk meningkatkan produksi oksigen maka akan membantu suplai oksigen nasional. Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya pada perusahaan yang berkontribusi terhadap oksigen medis," imbuhnya.

Dari total tambahan pasokan oksigen sebesar 922,9 ton per hari, 650 ton per hari di antaranya berasal dari impor atau sekitar 70,4 persen. Sedangkan sisanya, sebesar 272,9 ton per hari atau 29,6 persen, merupakan produksi lokal.

Tonton video '9 Provinsi Kasus Kematian Covid-19 Naik Signifikan':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/dnu)