Round-Up

Sindiran 'Raja' dan 'Ratu' dari BEM Unnes untuk Ma'ruf hingga Puan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 07:24 WIB
Poster
Wapres Ma'ruf Amin (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo disindir oleh BEM UI sebagai 'King of Lip Service,' kini julukan sindiran dialamatkan kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dan Ketua DPR Puan Maharani. Ma'ruf disebut sebagai 'King of Silent,' dan Puan Maharani sebagai 'Queen of Ghosting.'

Julukan untuk Ma'ruf dan Puan diunggah oleh BEM Unnes melalui akun instagram-nya. Tampak foto Ma'ruf Amin bersanding dengan Jokowi dan di bawahnya ada foto Puan Maharani.

Foto Puan tampak berbayang dan tersemat julukan 'Queen of Ghosting.' Sementara itu, di bawah nama Ma'ruf tertulis 'King of Silent'.

Menurut BEM KM Unnes, Ma'ruf Amin justru kini absen dan diam dalam keadaan genting seperti ini.

"Ma'ruf Amin selaku Wakil Presiden, pada masa pandemi harusnya juga turut mengisi kekosongan peran yang tidak mampu ditunaikan oleh presiden. Tidak justru menihilkan eksistensi dirinya dimuka publik dan tidak memberikan jawaban yang lugas, gamblang dan jelas dalam menanggapi problem multidimensional bangsa dan negara, khususnya di masa pandemi. Secara umum, masyarakat menilai Wakil Presiden Ma'ruf Amin terlihat absen dan diam.," tulis BEM Unnes seperti dilihat Rabu (7/7).

Selain itu, BEM KM Unnes menilai Ma'ruf Amin hanya sebagai orang yang melegitimasi kebijakan pemerintah. Klaim Ma'ruf dianggap bias agama dan identitas.

"Anehnya, dalam beberapa kali memberikan tanggapan di muka publik, ia justru hanya terkesan sebagai legitimator kebijakan pemerintah dengan argumentasi dan klaim yang amat bias agama dan identitas, yakni agama Islam. Hal ini tampak pada statement politiknya tentang halalnya BPJS dan hukum Fardlu Kifayyah melaksanakan vaksinasi Covid-19," lanjut caption tersebut.

BEM KM Unnes juga melontarkan kritik kepada Puan Maharani. RUU PKS yang tak kunjung disahkan menjadi sorotan BEM KM Unnes.

"Kritik terhadap Puan Maharani dilakukan berdasarkan pandangan bahwa ia merupakan simbol DPR RI. Selaku Ketua DPR RI Puan memiliki peran yang cukup vital dalam pengesahan produk legislasi pada periode ini, khususnya di masa pandemi, yang dinilai tidak berparadigma kerakyatan dan tidak berpihak pada kalangan rentan (UU KPK, UU Minerba, UU Omnibus Law Ciptaker dst.) serta tidak kunjung disahkannya RUU PKS yang sebetulnya cukup mendesak dan dibutuhkan pengesahannya," tuturnya.

Selain itu, Jokowi dianggap kurang becus dalam melaksanakan tugasnya. Utang negara juga menjadi sorotan kritik ini.

"Jokowi kurang becus dalam melaksanakan tugasnya sebagai presiden dan mengingkari janji politiknya. Hal tersebut dapat dengan mudah dilihat dengan tinjauan perbandingan janji dan fakta dari kepemimpinan Presiden Jokowi. Misalnya perihal hutang negara, komitmen terhadap demokrasi dan penanganan pandemi. Meskipun tampak pemerintah melaksanakan tugas dengan semaksimal mungkin, akan tetapi fakta menunjukkan hal-hal yang seringkali kontradiktif dan paradoksal," tegas BEM Unnes.

Tonton juga Video: Panggil BEM Gegara Kritik Jokowi, Rektor UI Dinilai Ada Konflik Kepentingan

[Gambas:Video 20detik]