Ini Tas Balenciaga dan Anting Eks Bupati Sri yang Dilelang KPK Rp 43 Juta

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 15:33 WIB
Bupati nonaktif Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip kembali jalani pemeriksaan lanjutan di KPK. Ia nampak mengumbar senyum saat meninggalkan gedung KPK.
Eks Bupati Talaud Sri Wahyumi (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Barang rampasan dari eks Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip bakal dilelang KPK. Ada tas Balenciaga dan anting emas bermata berlian yang dilelang dengan harga limit lebih dari Rp 43 juta.

"KPK bekerja sama dengan KPKNL Jakarta III akan melaksanakan lelang eksekusi barang rampasan berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor atas nama Terpidana Sri Wahyumi Maria Manalip," kata Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding kepada wartawan, Selasa (6/7/2021).

Barang pertama yang dilelang adalah tas merek Balenciaga yang dilelang dengan harga limit Rp 14.803.000 dengan uang jaminan Rp 4 juta. Sedangkan barang kedua adalah satu set anting emas putih bermata berlian dengan harga limit Rp 28.645.000 dan uang jaminan Rp 8.000.000.

Berikut foto tas Balenciaga dan anting yang akan dilelang itu:

KPKTas merek Balenciaga (Foto: dok istimewa/KPK)

Waktu pelaksanaan lelang akan dilakukan secara close bidding melalui web https://www.lelang.go.id pada Senin, 12 Juli 2021. Batas akhir penawaran pukul 13.30 WIB, bertempat di KPKNL, Jakarta III Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun Nomor 10, Jakarta Pusat.

Selanjutnya, Ipi mengatakan calon peserta lelang dapat melihat objek yang akan dilelang pada Jumat, 9 Juli 2021, pukul 10.00-12.00 WIB di gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kavling 4, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Diketahui, Sri Wahyumi dicokok KPK setelah bebas dari penjara. Emosi mantan Bupati Kepulauan Talaud itu meluap-luap tatkala ditangkap lagi.

Awalnya, Sri Wahyumi dijerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 30 April 2019. Sri Wahyumi kala itu diduga 'bermain mata' dengan seorang pengusaha bernama Bernard Hanafi Kalalo. Demi barang mewah, Sri Wahyumi disebut KPK memperjualbelikan proyek di kabupaten yang dipimpinnya kepada si pengusaha.

Sri Wahyumi ditetapkan sebagai tersangka bersama anggota tim suksesnya atas nama Benhur Lalenoh dan seorang pengusaha bernama Bernard Hanafi Kalalo. Sri Wahyumi dibawa ke meja hijau hingga akhirnya dituntut 7 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

KPKSatu set anting emas bermata berlian (Foto: dok. istimewa/KPK)

Saat diadili di Pengadilan Tipikor Jakarta, Sri Wahyumi divonis 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Dia diyakini bersalah menerima suap dari pengusaha Bernard Hanafi Kalalo.

Meski vonisnya lebih ringan dari tuntutan, Sri Wahyumi tak terima. Dia mengajukan peninjauan kembali (PK). Mahkamah Agung (MA) pun mengabulkan PK dan menyunat hukuman Sri Wahyumi dari 4 tahun 6 bulan menjadi 2 tahun penjara. Vonis 2 tahun penjara itu berkekuatan hukum tetap dan KPK mengeksekusi Sri Wahyumi ke lembaga pemasyarakatan pada 26 Oktober 2020.

Berkat pemotongan hukuman tersebut, Sri Wahyumi bebas lebih cepat. Tepat 29 April 2021, Sri Wahyumi menghirup udara bebas dari Lapas Kelas II-A Tangerang.

Pada hari yang sama, Sri Wahyumi langsung dijemput paksa KPK. Ada perkara lain yang diusut KPK yang menjerat Sri Wahyumi.

"Betul, Saudari Sri Wahyuni Manalip dilakukan penyidikan terkait dengan perkara korupsi lainnya. Yang bersangkutan dulu tersangkut perkara korupsi berupa suap dan sudah menjalani vonis," kata Ketua KPK Firli Bahuri saat dihubungi, Kamis (29/4).

Sri Wahyumi diduga menerima gratifikasi Rp 9,5 miliar terkait dengan proyek infrastruktur. "KPK meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan sejak September 2020 dan menetapkan tersangka SWM (Sri Wahyumi Maria Manalip) sebagai tersangka," ucap Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers, Kamis (29/4).

Sri Wahyumi emosional saat kembali ditangkap KPK. Dia sempat mengamuk saat hendak ditahan KPK. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menuturkan emosi Sri Wahyumi tak stabil saat akan dihadirkan dalam konferensi pers KPK.

Simak juga 'Pengacara Eks Bupati Talaud Kekeh KPK Langgar HAM saat Penangkapan':

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/dhn)