Tas Balenciaga Eks Bupati Sri Wahyumi Dilelang KPK Nih, Siapa Mau?

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 14:50 WIB
Bupati nonaktif Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip kembali jalani pemeriksaan lanjutan di KPK. Ia nampak mengumbar senyum saat meninggalkan gedung KPK.
Sri Wahyumi (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

KPK bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) akan melakukan pelelangan barang rampasan dari terpidana eks Bupati Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip. Salah satu barang rampasan Sri Wahyumi adalah tas merek Balenciaga seharga Rp 14,8 juta.

"KPK bekerja sama dengan KPKNL Jakarta III akan melaksanakan lelang eksekusi barang rampasan berdasarkan Putusan Pengadilan Tipikor atas nama Terpidana Sri Wahyumi Maria Manalip, dengan objek sebagai berikut, 1 tas wanita merek Balenciaga warna abu-abu, dengan harga limit yang ditawarkan Rp 14.803.000 dan uang jaminan Rp 4.000.000," kata Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding kepada wartawan, Selasa (6/7/2021).

Selain itu, Ipi mengatakan KPK melelang barang rampasan lain dari Sri Wahyumi, yakni satu set anting emas putih bermata berlian. Anting emas putih tersebut akan dilelang seharga Rp 28,6 juta.

"Satu set anting-anting emas putih bermata berlian, dengan harga limit Rp 28.645.000 dan uang jaminan Rp 8.000.000," kata Ipi.

Waktu pelaksanaan lelang akan dilakukan secara close bidding melalui web https://www.lelang.go.id pada Senin, 12 Juli 2021. Batas akhir penawaran: pukul 13.30 WIB, bertempat di KPKNL Jakarta III Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun Nomor 10, Jakarta Pusat.

Selanjutnya, Ipi mengatakan calon peserta lelang dapat melihat objek yang akan dilelang pada Jumat, 9 Juli 2021, pukul 10.00-12.00 WIB, di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kaveling 4 Setiabudi, Jakarta Selatan.

Diketahui, Sri Wahyumi dicokok KPK setelah bebas dari penjara. Emosi mantan Bupati Kepulauan Talaud itu meluap-luap tatkala ditangkap lagi.

Awalnya, Sri Wahyumi dijerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 30 April 2019. Sri Wahyumi kala itu diduga 'main mata' dengan seorang pengusaha bernama Bernard Hanafi Kalalo. Demi barang mewah, Sri Wahyumi disebut KPK memperjualbelikan proyek di kabupaten yang dipimpinnya kepada si pengusaha.

(gbr/gbr)