Viral Toxic Relationship Mahasiswa, Komnas Perempuan Saran Lapor ke Kampus

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 09:38 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Sebuah cerita yang beredar di media sosial mengenai toxic relationship seorang mahasiswa viral. Seorang pria yang merupakan mahasiswa disebut melakukan kekerasan verbal, fisik, hingga ancaman revenge porn kepada kekasihnya.

Dalam cerita tersebut, dijelaskan bahwa pelaku adalah mahasiswa di sebuah universitas swasta. Diceritakan, pelaku menjalin hubungan dengan korban selama 2 tahun.

Namun, seiring berjalannya waktu, pelaku mulai melakukan kekerasan fisik ke korban. Korban kerap ditampar dan dijambak hingga babak belur.

Dalam salah satu unggahan, terdapat rekaman suara ketika korban dipukul oleh pelaku. Korban tampak berteriak, menjerit, dan menangis. Sedangkan pelaku tampak tak peduli dan tetap beringas.

Pelaku juga memaki korban, baik secara langsung maupun lewat aplikasi perpesanan. Pada unggahan itu juga terdapat tangkapan layar yang menampilkan pesan pelaku kepada korban.

Pelaku terlihat mengeluarkan kata-kata kotor untuk menghina korban. Dalam kesempatan lain, pelaku juga meminta sejumlah uang kepada korban.

Karena tak tahan atas penganiayaan tersebut, korban akhirnya meminta mengakhiri hubungan. Namun, pelaku justru mengancam akan menyebarkan foto-foto korban ke keluarga hingga rekannya.

Cerita ini sempat dibagikan oleh akun @babiesprinkles, yang mengaku sebagai teman korban. Namun, saat ini, unggahan tersebut sudah di-take down. Meski demikian, sudah banyak akun yang me-retweet dan menanggapi unggahan tersebut. Banyak yang menyarankan korban melapor ke polisi ataupun Komnas Perempuan.

Komnas Perempuan pun angkat bicara terkait terkait cerita yang sempat viral tersebut. Komnas Perempuan meminta pihak kampus melaporkan pelaku.

"Agar tak berulang, pelaku perlu dilaporkan ke pihak kampus. Sikap diam korban berarti pembiaran terhadap kekerasan-kekerasan yang dialaminya dalam rentang waktu yang panjang dan pelaku bisa mengulangi kekerasan ke perempuan lain," ujar komisioner Komnas Perempuan, Rainy Hutabarat, Selasa (6/7/2021).

"Korban juga dapat melaporkan kasusnya ke Komnas Perempuan," lanjutnya.

Rainy menjelaskan perasaan cinta korban terhadap pelaku membuatnya tak melihat secara jelas kekerasan-kekerasan yang telah terjadi. Meski pelaku tak pernah meminta maaf, lanjut Rainy, korban kerap memaafkan kekasihnya karena rasa cintanya.

"Korban terperangkap dalam toxic relationship," imbuh Rainy.

"Kekerasan dalam berpacaran yang dialami korban berlapis: kekerasan fisik, kekerasan verbal atau pelecehan serta ancaman berupa penyebaran video intim," tuturnya.

Menurut Rainy, pihak kampus perlu mengeluarkan kebijakan mengenai kekerasan berbasis gender.

Sejumlah akun menyebut bahwa pelaku merupakan mahasiswa di Universitas Bina Nusantara (BINUS). Saat dikonfirmasi, pihak Binus menyatakan akan mengecek informasi tersebut.

"Dicek dulu, ya," ujar Corporate Marketing Communication Senior Manager Universitas BINUS, Haris Suhendra.

detikcom juga mencoba bertanya lebih lanjut kepada pengunggah cerita, yakni @babiesprinkles. Namun, pesan yang dikirim belum ditanggapi dan akun @babiesprinkles kini tak bisa diakses.

Lihat Video: Stop Victim Blaming Korban Pelecehan Seksual

[Gambas:Video 20detik]



(isa/tor)