Bertambah Lagi! 182 Jasad Ditemukan di Bekas Sekolah Lainnya di Kanada

ADVERTISEMENT

Bertambah Lagi! 182 Jasad Ditemukan di Bekas Sekolah Lainnya di Kanada

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 02:55 WIB
ilustrasi pemakaman
Foto: Ilustrasi (Peter Park/AFP)
Cranbrook -

Suku lokal Kanda kembali menemukan 182 kuburan tak bertanda di sebuah sekolah dekat perumahan penduduk asli di Kanada. Sebelumnya 215 jasad anak dan 751 kuburan tak bertanda juga ditemukan di dua sekolah berbeda.

Seperti dilansir AFP, Kamis (1/7/2021), para ahli menggunakan radar penembus tanah ke-182 kuburan tak bertanda itu. Mereka pun menemukan jasad sisa-sisa murid sekolah yang diyakini berusia antara 7 hingga 15 tahun di bekas Sekolah Misi St Eugene dekat Cranbrook, British Columbia.

"Beberapa kuburan itu sedalam tiga sampai empat kaki," ungkap Lower Kootenay Band melalui pernyataannya.

Lower Kootenay Band mengatakan situs Cranbrook tersebut diyakini sebagai lokasi di mana Gereja Katolik awalnya mengoperasikan sebuah sekolah atas nama pemerintah federal dari tahun 1912 hingga awal 1970-an. Jasad anak-anak itu diyakini sebagai sisa-sisa anggota band bangsa Ktunaxa, yang meliputi Kootenay Bawah, dan komunitas adat tetangga lainnya.

Temuan ini kembali menambah daftar panjang temuan jasad anak-anak di sejumlah bekas sekolah di Kanada. Sekitar beberapa bulan lalu sekitar sisa jasad 215 anak-anak ditemukan di kuburan tak bertanda di bekas Sekolah Perumahan Indian Kamloops di British Columbia dan beberapa minggu yang lalu, sebanyak 751 kuburan tak bertanda lainnya juga ditemukan di sekolah lain di Marieval di Saskatchewan.

Menyusul penemuan itu, Paus Fransiskus mengungkapkan rasa sakitnya atas penemuan itu dan menekan otoritas agama dan politik untuk menjelaskan "perselingkuhan yang menyedihkan ini."

Akan tapi dia tidak menyampaikan permintaan maaf yang diminta oleh First Nations dan Perdana Menteri Kanada.

Dari abad ke-19 hingga 1970-an, lebih dari 150.000 anak-anak Pribumi dipaksa menghadiri sekolah-sekolah Kristen yang didanai negara. Sekolah itu sebagian besar dijalankan oleh jemaat misionaris Katolik Roma, dalam kampanye untuk mengasimilasi mereka ke dalam masyarakat Kanada.

Pemerintah Kanada telah mengakui bahwa kekerasan fisik dan seksual merajalela di sekolah-sekolah. Di mana pada kekerasan itu siswa dipukuli karena berbicara bahasa ibu mereka.

Simak juga 'Penembakan di Toronto Kanada, 3 Anak dan Seorang Pria Terluka':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT