Akan Tindak Penimbun, Polri: Situasi Sulit Jangan Dimanfaatkan Cari Untung

Khoirul Anam - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 23:05 WIB
Anggota Polri menjaga karung dan plastik berisi minuman keras jenis captikus pada pemusnahan barang bukti hasil sitaan di Polres Gorontalo Kota, Kota Gorontalo, Gorontalo, Selasa (29/6/2021). Satnarkoba Polres Gorontalo Kota memusnahkan 4.600 liter captikus hasil sitaan pada bulan Mei 2021 sebagai salah satu upaya pemberantasan peredaran minuman keras di wilayah itu. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/nz
Foto: ANTARAFOTO/Adiwinata Solihin
Jakarta -

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan akan melakukan tindakan yang tegas terhadap segala perilaku yang merugikan masyarakat, terutama di masa pandemi. Kepada Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan situasi sulit jangan dimanfaatkan untuk mencari keuntungan.

"Situasi sulit ini jangan dimanfaatkan oleh pihak mana pun untuk mencari keuntungan. Jangan menimbun, jangan berspekulasi terhadap situasi sulit seperti sekarang ini. Polri akan melakukan tindakan tegas terhadap perilaku yang tidak bertanggung jawab dalam situasi sulit seperti ini," ujar Rusdi dalam keterangan tertulis, Senin (5/7/2021).

Rusdi juga menambahkan, Polri melakukan aktivitas deteksi intensif terhadap berbagai informasi dan isu yang berkembang di masyarakat, tentunya disertai mempersiapkan langkah antisipasinya.

"Isu tentang kelangkaan obat, kelangkaan oksigen tabung, dan tentunya menjadi perhatian dari Polri bagaimana isu itu bisa ditanggulangi," kata Rusdi.

Selain itu, dia memahami bahwa PPKM Darurat membuat masyarakat tidak nyaman. Ada aktivitas yang selama hari-hari biasa bisa dilakukan, tapi dalam situasi kondisi saat ini tidak bisa dilakukan.

"Kami Polri sangat memahami situasi ini," tutur Rusdi.

Namun dia menegaskan, kebijakan yang diambil pemerintah didasarkan dengan situasi kekinian akibat penyebaran virus COVID-19 terhadap masyarakat Indonesia yang semakin tinggi. Dalam kondisi tersebut, dia mengaku, pihaknya memegang asas Salus Populi Supreme Lex Esto, yaitu hukum tertinggi adalah keselamatan rakyat.

"Keselamatan rakyat menjadi hukum tertinggi sehingga hal yang dilakukan Polri berserta instansi lainnya tidak lain dan tidak bukan bagaimana menjaga keselamatan rakyat Indonesia," ujarnya.

Rusdi juga menyampaikan Polri terus memberikan edukasi, memberikan informasi secara masif kepada masyarakat mengenai PPKM Darurat yang sedang diberlakukan sekarang ini. Dengan begitu, dia berharap masyarakat memahami dan secara sadar akan melaksanakan segala aturan yang terkait PPKM Darurat.

"Tetap bersatu melawan COVID-19 semoga apa yang kita lakukan mendapatkan ridho Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa," ujar Rusdi.

(prf/ega)