KPK Duga PT Adonara Tawarkan Lahan ke Sarana Jaya DKI Sebelum Dimiliki

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 16:43 WIB
Plt jubir KPK, Ipi Maryati
Jubir KPK, Ipi Maryati (Zunita/detikcom)
Jakarta -

KPK melakukan penyidikan lebih dalam terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. KPK menduga peran PT Adonara Propertindo yang menyiapkan lahan lebih dulu sebelum ditawarkan ke PT Sarana Jaya, BUMD DKI.

"Tim penyidik masih terus melakukan pendalaman terkait dengan dugaan peran PT AP (Adonara Propertindo) yang telah lebih dulu menyiapkan tanah namun belum sepenuhnya menjadi milik PT AP untuk ditawarkan pada Perumda Sarana Jaya terkait pengadaan tanah di wilayah Munjul, Jaktim," kata Plt Juru Bicara KPK, Ipi Maryati Kuding, kepada wartawan, Senin (5/7/2021).

Dugaan tersebut muncul setelah KPK memeriksa Direktur PT Adonara, Tommy Adrian (TA). Tommy diperiksa sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Tim penyidik hari ini (5/7) melakukan pemeriksaan terhadap tersangka TA (swasta) dalam kapasitas sebagai tersangka dalam perkara TPK (tindak pidana korupsi) terkait pengadaan tanah di Munjul Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, Tahun 2019," kata Ipi.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Salah satu tersangka tersebut adalah mantan Direktur Utama Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan. Akhir-akhir ini, KPK juga menetapkan Direktur PT ABAM (Aldira Berkah Abadi Makmur) Rudy Hartono Iskandar sebagai tersangka.

Tersangka selanjutnya adalah Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian dan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene. Lalu, ada satu lagi yang dijerat sebagai tersangka, yaitu korporasi atas nama PT Adonara Propertindo.

Pasal yang disangkakan.