Rincian Bantuan PPKM Darurat dari Uang Tunai hingga Sembako

Tim detikcom - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 15:46 WIB
Rincian Bantuan PPKM Darurat dari Uang Tunai hingga Sembako
Ilustrasi Bantuan Uang Tunai (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Bantuan PPKM darurat diberikan oleh pemerintah agar meringankan beban masyarakat di masa pandemi COVID-19. Sejumlah bantuan diberikan, dari potongan tagihan listrik hingga uang tunai.

Melalui arahan Presiden Joko Widodo, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengungkapkan, bantuan saat PPKM darurat kembali digulirkan. Bantuan sosial PPKM darurat sudah dikoordinasikan dengan berbagai pihak.

"Perintah Presiden clear, loud and clear, dan itu diberitahukan ke saya. Jangan sampai rakyat ini menderita berkelanjutan," katanya dalam jumpa pers, Kamis (1/7/2021).

"Ibu Risma, Ibu Menkeu, Gubernur BI, dan beberapa teman lainnya, kami sudah bertemu dan kami sudah sepakat untuk ini kita bantu lagi," ucap Luhut.

Bantuan PPKM Darurat: Uang Tunai

Bansos di masa PPKM darurat diberikan dalam bentuk bantuan sosial tunai (BST) dengan besaran Rp 300 ribu per bulan. Bantuan akan diberikan setiap awal bulan.

Sementara itu, untuk Mei dan Juni, BST akan langsung diberikan senilai Rp 600 ribu sekaligus. BST uang tunai akan menyasar 10 juta penerima per bulan yang didistribusikan melalui Kantor Pos.

"Warga akan menerima Rp 600 ribu sekaligus, tapi saya minta jangan diijonkan dan hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok saja," ucap Menteri Sosial RI Tri Trismaharini dalam keterangan tertulis, Jumat (2/7).

Bantuan PPKM Darurat: PKH

Bantuan PPKM darurat juga akan diberikan untuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Pada 2021, dianggarkan Rp 28,31 triliun dengan target 10 juta kelompok penerima. Sedangkan realisasi sampai kuartal II adalah Rp 13,96 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bantuan tersebut mulai disalurkan pada Juli ini. Bantuan tersebut diberikan kepada tiap KPM (keluarga penerima manfaat) seusia dengan komposisi anggota keluarganya melalui jaringan Himpunan Bank-bank Negara (Himbara).

"Dengan adanya PPKM Darurat mestinya kuartal ketiga ini kita akan mempercepat penyalurannya pada bulan Juli sehingga KPM akan mendapatkan 3 bulan sekaligus di bulan Juli ini dan diharapkan akan memperkuat daya tahan sosial dari para keluarga PKH," kata Sri Mulyani dalam jumpa pers virtual, Jumat (2/7).

"Kalau keluarganya ada ibu hamil, anak usia dini maka dia mendapatkan Rp 3 juta, untuk yang memiliki anak SD, maka dia dapat dukungan Rp 900 ribu, kalau anaknya sudah SMP dapat Rp 1,5 juta, untuk SMA Rp 2 juta, dan untuk yang memiliki anggota disabilitas atau lansia mereka mendapatkan Rp 2,4 juta," paparnya.

Bantuan PPKM Darurat: Kartu Sembako

Selama PPKM darurat berlangsung, pemerintah juga akan mengoptimalkan program kartu sembako. Anggaran Kartu Sembako sendiri sebesar Rp 42,37 triliun. Sementara sampai Juni baru terealisasi Rp 17,75 triliun dari target Rp 42,37 triliun itu untuk 18,8 juta KPM.

Sri Mulyani mengatakan sampai dengan Juni ini target 18,8 juta itu belum tercapai. Kementerian Sosial masih terus memperbaiki datanya untuk bisa mendapatkan target sampai 18,8 juta.

"Jadi realisasinya selama ini masih di 15,9 juta, jadi masih ada ruang hampir 3 juta kelompok penerima yang bisa diberikan kartu sembako sebesar Rp 200 ribu per bulan. Pembayaran selama ini diberikan secara bulanan," ujarnya.

Simak juga 'Deretan Bantuan Jepang untuk Indonesia Selama Pandemi Corona':

[Gambas:Video 20detik]