Wamenag: PPKM Darurat Menjaga Jiwa, untuk Sementara Ibadah di Rumah

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 13:41 WIB
Wamenag Zainut Tauhid (Azizah/detikcom)
Wamenag Zainut Tauhid (Azizah/detikcom)
Jakarta -

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi menyebut PPKM darurat Jawa-Bali ditujukan untuk menjaga keselamatan jiwa. Dia meminta semua warga beribadah dari rumah masing-masing selama PPKM darurat.

"PPKM darurat, karena kondisi pandemi COVID-19 yang meningkat, semata untuk menjaga keselamatan jiwa, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam kondisi semacam ini, umat diajak untuk sementara beribadah di rumahnya masing-masing," ujar Zainut kepada wartawan, Senin (5/7/2021).

"Pusat perbelanjaan dan pusat perdagangan pada wilayah PPKM darurat, juga ditutup sementara. Itu dilakukan dalam rangka menekan penyebaran COVID-19 dan bagian dari ikhtiar menjaga jiwa," sambungnya.

Zainut mengatakan menjaga keselamatan jiwa merupakan salah satu kewajiban yang paling utama dalam agama. Menurutnya, menjaga jiwa erat kaitannya dengan menjamin hak hidup manusia.

Al-Qur'an, katanya, mengajarkan manusia untuk menjaga kehidupan. Zainut menyebut kondisi pandemi yang terjadi saat ini membuat menjaga keselamatan jiwa menjadi kewajiban utama yang harus dilaksanakan.

Dia menyebut ada beberapa kewajiban dalam agama Islam, antara lain hifdzu ad-din (menjaga agama), hifdzu al-mal (menjaga harta), hifdzu al-'aql (menjaga akal), dan hifdzu an-nasl (menjaga keturunan). Dia mengatakan tidak ada alternatif pengganti dalam menjaga keselamatan jiwa.

"Saya kira rukhshah menjadi pijakan dari ijtihad para ulama dalam menetapkan fatwa baru, fikih pandemi, sebagai panduan umat Islam dalam melaksanakan ibadah di tengah pandemi ini, baik untuk tenaga medis, para penderita, ataupun umat Islam pada umumnya," terang Zainut.

Zainut juga mengapresiasi MUI yang telah menerbitkan beberapa fatwa terkait kondisi COVID-19. Dia mencontohkan keberadaan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah di Saat Pandemi COVID-19, Fatwa Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pedoman Kaifiat Salat Bagi Tenaga Kesehatan yang Menggunakan APD Saat Merawat dan Menangani Pasien COVID-19, hingga fatwa Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Shalat Idul Fitri/Adha Saat Pandemi COVID-19.

"Saya mengimbau kepada para ulama, kiai, dan tokoh agama untuk ikut menyosialisasikan fikih pandemi agar masyarakat dapat menjadikan pedoman dalam melaksanakan ibadah di masa pandemi," katanya.

"Saya juga berharap para tokoh agama berada pada garda terdepan dalam menumbuhkan kesadaran umat untuk secara disiplin mematuhi protokol kesehatan sebagai ikhtiar bersama dalam memutus rantai penyebaran COVID-19. Mari berdoa bersama, semoga pandemi ini bisa segera terkendali," imbuh Zainut.

Lihat juga video 'PPKM Daruat: Seluruh Tempat Ibadah-Wisata Ditutup Sementara':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)