Detik-detik Perawat di Lampung Dikeroyok Gegara Tabung Oksigen

Antara - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 12:51 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto ilustrasi pengeroyokan. (dok detikcom)
Bandar Lampung -

Seorang perawat di Bandar Lampung, Rendi, diduga dikeroyok tiga orang gara-gara persoalan tabung oksigen. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Edwin Rusli, menjelaskan awal mula masalah tersebut.

Dilansir dari Antara, Senin (5/7/2021), Edwin menyebut perawat bernama Rendi itu sedang melaksanakan piket di Puskesmas Kedaton, Minggu (4/7) dini hari. Tiba-tiba, ada tiga orang yang datang dan mengaku ingin meminjam tabung oksigen.

Namun, katanya, Rendi tak langsung memberikan tabung oksigen. Dia bertanya di mana pasien yang membutuhkan perawatan tersebut.

"Pelaku bilang ada orang tua sakit dan mau pinjam tabung oksigen. Lalu ditanya oleh korban, pasiennya mana? Dijawab nggak ada, di rumah," ucap Edwin.

Dia mengatakan perawat tersebut mengingatkan puskesmas bukan tempat peminjaman tabung oksigen. Dia menyuruh pasien yang sakit dibawa ke puskesmas.

"Kemudian perawat menimpali di sini bukan tempat peminjaman tabung oksigen, kita puskesmas dan yang sakit disuruh dibawa ke puskesmas namun si perawat malah dikeroyok," kata dia.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengutuk keras penganiayaan itu. Dia juga menyinggung soal salah satu terduga pelaku pengeroyokan yang mengaku sebagai keluarga pejabat.

"Saya mengutuk keras penganiayaan terhadap Rendi salah satu perawat Puskesmas di kota ini," kata Eva di Bandar Lampung, seperti dilansir dari Antara.

Peristiwa pengeroyokan tersebut diduga terjadi pada Minggu (4/7) dini hari. Korban awalnya didatangi para pelaku yang meminta tabung oksigen untuk keluarganya.

"Kejadian sekitar pukul 02.00 WIB. Korban ini sedang piket jaga, didatangi orang dan bertanya apakah ada tabung oksigen," ujar Kasat Reskrim Polres Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana, Senin (5/7).

Korban menjawab 'tak ada' saat ditanya soal tabung oksigen. Jawaban korban diduga membuat tiga orang itu emosi hingga melakukan penganiayaan dan menyebabkan luka memar di wajah.

"Korban ditanya ada oksigen, dijawab 'tidak ada'. Jawaban ini yang bikin pelaku emosi sampai melakukan pemukulan," ujarnya.

Simak juga 'Luhut Minta Produsen Alokasikan Semua Oksigen untuk Kebutuhan Medis':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/idh)