Walkot Bandar Lampung Ungkap Pengeroyok Perawat Ngaku Keluarga Pejabat

Antara - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 12:40 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi penganiayaan (Foto: Edi Wahyono-detikcom)
Bandar Lampung -

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyesalkan penganiayaan perawat di Puskesmas Kedaton yang diduga dipukuli oleh tiga orang tidak dikenal gegara masalah tabung oksigen. Dia mengutuk keras penganiayaan itu.

"Saya mengutuk keras penganiayaan terhadap Rendi salah satu perawat Puskesmas di kota ini," kata Eva di Bandar Lampung, seperti dilansir dari Antara, Senin (5/7/2021).

Dia menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian agar kasus pengeroyokan perawat ini dapat diusut tuntas. Dia menyebut, berdasarkan keterangan korban, salah satu dari pelaku penganiayaan tersebut mengaku keluarga pejabat.

Dia menjelaskan perawat tersebut diduga dianiaya dan dikeroyok oleh tiga orang tidak dikenal sekitar pukul 04.00 WIB di tempat kerjanya di Puskesmas Kedaton. Pemerintah Kota Bandar Lampung berjanji mengawal kasus ini dan memberikan pendampingan hukum kepada perawat yang dianiaya.

"Kemungkinan mereka memaksa pinjam tabung oksigen untuk isolasi mandiri tetapi tidak begini caranya. Kalau memang ada yang rawat mandiri bilang kepada kelurahan atau kecamatan pasti akan kita layani dan rawat," kata dia.

Dia menegaskan aksi main hakim sendiri tidak dibenarkan. Menurutnya, tim medis di Bandar Lampung sudah bekerja secara maksimal selama pandemi COVID-19.

"Jadi siapa pun orangnya mau dia keluarga pejabat atau bukan tidak boleh melakukan tindakan seperti ini, apalagi tim medis kota ini sudah maksimal melakukan pelayanan siang malam untuk warga," kata dia.

Dia menyebut perawat yang menjadi korban penganiayaan tersebut mengalami trauma dan sedang menjalani perawatan di RSUD Abdoel Moeloek. Dia berharap korban segera pulih.

"Kita doakan saja Rendi (perawat) kondisinya membaik. Saya harap kejadian serupa tidak terjadi lagi di kota ini," kata dia.

Sebelumnya, insiden tersebut diduga terjadi Minggu (4/7) dini hari. Korban awalnya didatangi para pelaku yang meminta tabung oksigen untuk keluarganya.

"Kejadian sekitar pukul 02.00 WIB. Korban ini sedang piket jaga, didatangi orang dan bertanya apakah ada tabung oksigen," ujar Kasat Reskrim Polres Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana, Senin (5/7).

Korban menjawab 'tak ada' saat ditanya soal tabung oksigen. Jawaban korban diduga membuat tiga orang itu emosi hingga melakukan penganiayaan dan menyebabkan luka memar di wajah.

"Korban ditanya ada oksigen, dijawab 'tidak ada'. Jawaban ini yang bikin pelaku emosi sampai melakukan pemukulan," ujarnya.

(haf/idh)