Round-Up

Segala Cara Ditempuh Warga Demi Tembus Penyekatan di Mana-mana

Tim detikcom - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 05:32 WIB
Penyekatan di Kalimalang pada Minggu (4/7) (Wilda/detikcom)
Foto: Penyekatan di Kalimalang pada Minggu (4/7) (Wilda/detikcom)


200 Kendaraan dari Bekasi Diputar Balik di Kalimalang

Selain adanya warga yang mencoba untuk menembus penyekatan ini, polisi berhasil memutar balik pengendara pada penyekatan di Kalimalang. Hingga pukul 15.25 WIB, sudah 200 kendaraan dari Bekasi yang diputar balik.

"Kalau sampai saat ini kurang-lebih ada 200 kendaraan kita putar balik, rata-rata mereka kurang tahu dari Bekasi arah ke Jakarta bahwa di Lampiri itu ada titik penyekatan," kata Wakasatlantas Jakarta Timur Kompol Maulana J Karepesina di Jalan Lampiri, Kalimalang, Jakarta Timur, Minggu (4/7/2021).

Karepesina mengatakan volume kendaraan yang melintas hari ini relatif berkurang. Dia menduga hal itu terjadi lantaran hari ini merupakan hari libur.

"Untuk kita bandingkan dengan hari pertama, hari ini volume kendaraan berkurang, mengingat juga mungkin hari libur. Jadi dibandingkan hari pertama hari ini kendaraan lebih lowong," ungkapnya.


Kapolda Metro: Apa Saya Harus Usir Anda Kembali ke Rumah?

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengimbau masyarakat tidak berbondong-bondong keluar rumah saat PPKM darurat diberlakukan. Dia tidak ingin menggunakan cara-cara 'keras' untuk membuat warga bisa tetap tinggal di rumah saat kasus baru Corona terus melonjak.

"Cobalah Anda renung sejenak. Sudah berapa orang dekat kita, apakah teman kerja, apakah keluarga, apakah teman bermain yang kemarin masih ada sekarang sudah tidak ada?" ujar Irjen Fadil kepada wartawan di Pos Penyekatan Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Minggu (4/7/2021).

Fadil kemudian meminta masyarakat memiliki kesadaran dari dalam diri sendiri. Dia juga bertanya kepada masyarakat yang memiliki 1.001 alasan ke luar rumah.

"Apakah saya harus keras mengusir anda kembali ke rumah? Tolong sampaikan betul kepada masyarakat. Apakah saya harus menggunakan cara-cara represif? Ini kan tidak mendidik. Tidak bertanggung jawab. Tapi undang-undang memperbolehkan itu," ucapnya.

"Tapi kalau Anda memilih untuk keluar, kami akan memilih untuk melakukan tindakan tegas," tambahnya.


(lir/lir)