Dinkes DKI Ungkap Fenomena Gunung Es Corona: Estimasi Kasus 2-3 Juta

Tiara Aliya Azahra - detikNews
Minggu, 04 Jul 2021 19:21 WIB
Jakarta -

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama menjabarkan tiga fenomena yang dikenal selama 1,5 tahun pandemi Corona di Ibu Kota. Salah satunya ialah fenomena gunung es, di mana kasus konfirmasi positif COVID-19 diperkirakan sudah menembus 3 juta kasus.

"Kalau ini adalah gunung, maka yang kelihatan itu cuma tutupnya saja. Kasus COVID di bawahnya tidak kelihatan. Ya, di DKI walaupun baru 500 ribuan kasus, sebenarnya estimasinya sudah sekitar 2 juta atau 3 juta kasus," kata Ngabila dalam diskusi virtual, Minggu (4/7/2021).

Hingga kini, total kasus positif di Jakarta sebanyak 570.110. Namun dia yakin jumlah warga yang terpapar COVID-19 di Jakarta melebih kasus yang dilaporkan.

"Artinya sudah 20-30 persen penduduk. Jadi hati-hati fenomena gunung es karena tidak dites," ujarnya.

Selanjutnya adalah fenomena semangka. Di mana terjadi angka penurunan kasus karena adanya penurunan testing. Ngabila menegaskan tak akan membiarkan fenomena ini terjadi di Jakarta.

"Kedua adalah fenomena semangka. Luarnya hijau dalamnya merah. Kenapa? Karena tidak dites," sebutnya.

"(Kita) dites ini baru 13 kali lipat dari standar minimal WHO. Jadi kita tidak mau membuat seolah-olah angka epidemiologi itu bagus tetapi karena tidak dites, karena itu bisa jadi bom waktu," lanjutnya.

Terakhir, Jakarta kini dihadapkan oleh fenomena pingpong. Fenomena ini terjadi karena tingginya arus keluar-masuk masyarakat ke wilayah Jakarta.

Orang-orang tersebut, sebutnya, tak menyadari mereka datang dengan membawa virus Corona. Untuk mengatasi hal ini, Pemprov DKI memutuskan memberlakukan PPKM darurat.

"Kalau diibaratkan ini DKI, ini Pulau Jawa lainnya, orang DKI pindah ke Pulau Jawa, nanti dia memberikan virus orang Jawa balik lagi (ke DKI). Jadi ini nggak selesai-selesai. Pingpong tektokan. Nggak selesai-selesai pandeminya. Makanya kita harus melakukan pembatasan," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan saat ini Ibu Kota masuk kondisi darurat Corona. Menurutnya, saat ini Jakarta sedang memasuki masa turbulens.