Kapolda Metro di Pos Penyekatan: Apa Saya Harus Usir Anda Kembali ke Rumah?

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 04 Jul 2021 17:35 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran bertemu dengan para sopir bus, Kamis (6/5/2021).
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran bertemu dengan para sopir bus. (Dok.Polda Metro Jaya)
Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran meminta seluruh masyarakat tidak berbondong-bondong keluar rumah saat PPKM darurat. Dia tidak ingin menggunakan cara-cara 'keras' untuk membuat warga bisa tetap tinggal di rumah saat kasus baru Corona di RI terus melonjak.

Awalnya Fadil Imran meminta masyarakat merenungkan sudah berapa banyak mereka kehilangan orang-orang terdekat akibat Corona. Dia ingin masyarakat mau bekerja sama untuk tetap berada di rumah.

"Cobalah Anda renung sejenak. Sudah berapa orang dekat kita, apakah teman kerja, apakah keluarga, apakah teman bermain yang kemarin masih ada sekarang sudah tidak ada?" ujar Irjen Fadil kepada wartawan di Pos Penyekatan Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Minggu (4/7/2021).

Lalu, Fadil meminta masyarakat memiliki kesadaran dari dalam diri sendiri. Dia juga bertanya kepada masyarakat yang memiliki 1.001 alasan ke luar rumah.

"Apakah saya harus keras mengusir anda kembali ke rumah? Tolong sampaikan betul kepada masyarakat. Apakah saya harus menggunakan cara-cara represif? Ini kan tidak mendidik. Tidak bertanggung jawab. Tapi undang-undang memperbolehkan itu," ucapnya.

"Tapi kalau Anda memilih untuk keluar, kami akan memilih untuk melakukan tindakan tegas," tambahnya.

Ditemui di lokasi yang sama, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji juga mengimbau masyarakat bahwa saat ini kita sedang dalam kondisi bahaya. Menurutnya, kondisi ini harus diselesaikan secara bersama-sama, tidak bisa hanya pemerintah yang bisa menyelesaikan.

"Tapi lihat di belakang, petugas aparat harus berdebat dan mem-backup yang mau berjalan. Maka saya minta bantuan rekan-rekan RT/RW tolong diingatkan RT/RW-nya sekarang buka HP sampaikan tolong tinggal di rumah," kata Mulyo.

Dia juga meminta RT/RW turut membantu melayani masyarakat agar mereka merasa aman. Kemudian, dia meminta masyarakat agar mau bekerja sama dengan aparat yang ada di lapangan untuk tidak bandel jika diputar balik oleh petugas.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya memberlakukan penyekatan kendaraan di 63 titik di Jadetabek selama PPKM darurat. Hingga hari kedua, masih banyak pengendara yang terjaring penyekatan petugas di lapangan.

Sejumlah pos penyekatan dipadati kendaraan yang diputar balik hingga berujung kemacetan panjang. Terlebih di pos-pos penyekatan di perbatasan kota dengan DKI Jakarta.

Simak video 'Anies Hingga Kapolda Metro Tinjau Penyekatan di Lenteng Agung':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fas)