Ini Syarat Naik Feri Selama PPKM Darurat

M Iqbal - detikNews
Sabtu, 03 Jul 2021 19:19 WIB
Kapal penyebrangan dengan ferry di Lombok. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi kapal feri (Dikhy Sasra/detikcom)
Jakarta -

Calon penumpang feri wajib menunjukkan kartu vaksin dan hasil tes antigen atau PCR jika hendak melakukan perjalanan selama PPKM darurat. Pihak PT ASDP Indonesia Ferry memastikan kegiatan penyeberangan kapal tetap beroperasi normal untuk menjaga stabilitas layanan publik dan logistik.

"Kami pastikan pelabuhan penyeberangan beroperasi normal agar pelayanan publik dan sektor logistik tetap berjalan agar pasokan di daerah tetap stabil. Namun perlu diperhatikan oleh seluruh pengguna jasa agar mematuhi syarat perjalanan yang telah ditetapkan dalam SE karena semangat dari PPKM darurat ini adalah untuk pembatasan mobilitas masyarakat demi menekan tingginya penyebaran dan penularan COVID-19," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin melalui keterangan tertulis, Sabtu (3/7/2021).

Dari keterangan tertulis PT ASDP Indonesia Ferry, dilakukan pembatasan jumlah penumpang paling banyak 50 persen dari jumlah kapasitas angkut penumpang kapal dan penerapan jaga jarak (physical distancing). Hal itu sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19.

Soal persyaratan dokumen perjalanan, calon penumpang feri wajib menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif tes antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan. Calon penumpang juga wajib mengisi e-HAC Indonesia.

"Khusus pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan logistik tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin pertama, tapi wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan," jelas dia.

Selanjutnya, bagi pengguna jasa yang telah melakukan reservasi tiket tapi hasil tes PCR-nya positif atau tes antigennya reaktif COVID-19, maka dapat mengajukan permohonan pengembalian uang tiket. Uang akan dikembalikan 100 persen.

Pengembalian uang tiket dapat diproses bila calon penumpang kapal feri melampirkan bukti dokumen keterangan positif COVID-19 yang dan nama penumpang wajib sesuai dengan yang tercatat di e-Tiket.

"Pengajuan refund secara penuh tersebut hanya dapat dilakukan dengan menghubungi contact center ASDP 191 (tidak melalui aplikasi) dan pengguna jasa wajib melengkapi dokumen pengajuan refund dimaksud," tutur Shelvy.

(aud/aud)