RSUD Koja Kelabakan Urus Jenazah, Pemprov DKI Diminta Gaet Relawan

ADVERTISEMENT

RSUD Koja Kelabakan Urus Jenazah, Pemprov DKI Diminta Gaet Relawan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 02 Jul 2021 07:18 WIB
Ilustrasi jenazah
Foto: dok. Thinkstock
Jakarta -

Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Johnny Simanjuntak menanggapi soal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja Jakarta Utara (Jakut) yang kelabakan mengurus jenazah. Dia menyebut Pemprov DKI perlu menggandeng relawan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Hadapi ini, kita harus, seluruh stakeholder dari pemerintah hingga masyarakat harus bahu-membahu. Harus ciptakan sukarelawan-sukarelawan untuk membantu ini," kata Johnny saat dihubungi, Kamis (1/7/2021).

Menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) tersebut, kondisi saat ini sudah darurat, sehingga kerja rumah sakit keteteran untuk melayani pasien.

"Keteteran bukan hanya sistem, tapi keterbatasan tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan terbatas mengerjakan hal begitu masif," katanya.

Johnny tidak ingin saling menyalahkan. Komisi E sebagai mitra dari Dinas Kesehatan menyebut jalan keluar harus dicari bersama.

"Kita cari jalan keluar. Dinas Kesehatan tidak bisa kerja biasa-biasa. Harapan dari masyarakat kelas bawah kan RSUD," katanya.

"Saya setuju ide bagaimana kita datangkan orang dengan latar belakang pendidikan kesehatan, dokter muda, dokter yang lagi pendidikan, dosen, dan lain-lain," katanya.

Dia berharap masalah ini harus segera selesai. Selain itu, Dinas Kesehatan pun perlu mengantisipasi hal-hal lain yang bisa muncul efek dari lonjakan kasus virus Corona (COVID-19).

"Paling tidak, Dinas Kesehatan harus cepat antisipasi ini. Bahwa dengan lonjakan ini akan terjadi, di masyarakat ada sedikit kecemasan. Ada pasien COVID meninggal dunia," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) RSUD Koja dr Ida Bagus Nyoman Banjar menyampaikan ada 20-23 jenazah yang tertahan dan belum bisa dimakamkan. Banjar mengatakan pihaknya memang kewalahan mengurus jenazah karena jumlah petugas yang minim.

"Iya memang ada, jadi memang semua kelabakan. Pertama masalah peti, terus pemulasaraannya terbatas, yang meninggal banyak, jadi memang antrean begitu. Kemudian mengangkutnya juga terbatas paling 5 dari pemakaman," kata Banjar ketika dihubungi, Kamis (1/7/2021).

RSUD Koja saat ini kekurangan peti dan petugas pemulasaraan jenazah. Pihaknya saat ini hanya memiliki lima petugas untuk melakukan pemulasaraan dan pemakaman.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara mengatakan persediaan peti jenazah di wilayahnya menipis. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati mengatakan ini menjadi salah satu penyebab pemulasaraan jenazah pasien COVID-19 terkendala di rumah sakit.

"Untuk di RS memang kita dorong untuk Kasudin Pemakaman untuk segera menyiapkan kebutuhan peti jenazah. Ini kan salah satu kendalanya keterlambatan peti jenazah datang," katanya.

Simak video 'DKI Waspadai Varian Kappa COVID-19, Penyebarannya Lebih Cepat!':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT