Pasien DBD di Sidrap Sulsel Membeludak, Kamar Perawatan di RS Penuh

Hasrul Nawir - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 12:25 WIB
Mosquito sucking blood on a human hand
Ilustrasi Demam Berdarah (Thinkstock)
Sidrap -

Pasien Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel), membeludak dalam sepekan terakhir. Ruang perawatan untuk pasien DBD di sejumlah rumah sakit di Sidrap sempat penuh.

"Memang sempat full (ruangan RS untuk pasien DBD), pasien sempat membeludak, tapi sekarang sudah mulai terkendali," ujar Kadis Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Sidrap, Basra saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (1/7/2021).

Basra melanjutkan, pasien yang memiliki gejala DBD ringan saat ini dirawat di Puskesmas terdekat dan tidak lagi dibawa ke rumah sakit. Hal ini untuk mengendalikan membeludaknya pasien DBD di rumah sakit.

"Termasuk pemeriksaan laboratorium juga sudah bisa dilaksanakan di Puskesmas, kecuali trombosit dan yang memiliki gejala parah baru dirawat di RS Nene Mallomo ataupun di RS Arifin Nu'mang," katanya.

Sejak Januari hingga Juni 2021, Dinkes Sidrap mencatat sebanyak 433 warga terkena DBD, dengan 7 di antaranya meninggal dunia.

"Ada 433 kasus secara keseluruhan mulai Januari sampai sekarang , dari 11 kecamatan saat ini 2 kecamatan masih zero kasus. Sementara jumlah kematian ada 7 kasus," paparnya.

Dari 7 orang pasien DBD yang meninggal, 6 orang merupakan anak usia sekolah dan 1 lainnya merupakan orang dewasa.

"Enam dipastikan DBD dengan usia sekolah SMP dan SD, sementara 1 kasus orang tua masih ditelusuri antara DBD atau COVID-19," paparnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.