Kasus Melonjak, Mobil Dishub DKI Bantu Angkut Jenazah-Pasien Corona

ADVERTISEMENT

Kasus Melonjak, Mobil Dishub DKI Bantu Angkut Jenazah-Pasien Corona

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 10:42 WIB
Mobil dinas Dishub buat angkut pasien hingga jenazah COVID-19
Foto: Antara/HO-Sudin Perhubungan Jakarta Timur
Jakarta -

Lonjakan kasus Corona Jakarta belum juga mereda. Dinas Perhubungan DKI Jakarta menjadikan kendaraan dinas operasional (KDO) sebagai mobil pengangkut jenazah dan pasien COVID-19.

"Sebagai kendaraan cadangan bila masyarakat ingin cepat butuh transportasi evakuasi yang terpapar COVID dengan mendayagunakan kendaraan dinas di satpel kecamatan," kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir saat dimintai konfirmasi, Kamis (1/7/2021).

Chaidir menjelaskan kendaraan operasional Dishub tersebar di 42 Kecamatan se-Jakarta. Masing-masing kendaraan maupun petugas dilengkapi oleh APD sesuai protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

"Petugas satpel kecamatan di 42 kecamatan sudah siap membantu dalam transportasi evakuasi masyarakat yang terpapar COVID," ujarnya.

Chaidir menyampaikan masyarakat hanya perlu menghubungi satuan pelaksana (satpel) terdekat dari rumahnya. Selain sebagai transportasi, mobil difungsikan untuk mengangkut kebutuhan logistik ke rumah sakit rujukan maupun wisma-wisma isolasi.

"Ya apa saja bisa membantu masyarakat. Dalam suasana pandemi COVID dan banyak masyarakat yang terpapar, pemerintah atau Dishub harus siap memberikan layanan kepada masyarakat karena bagian tugas abdi negara," jelas Chaidir.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengungkap kondisi terkini RS rujukan COVID-19 di tengah lonjakan kasus Corona. Anies mengatakan pihaknya membutuhkan tambahan ambulans untuk membawa jenazah COVID-19 ke pemakaman.

"Intinya adalah kebutuhan dukungan tenaga, kemudian kendaraan mobilitas, karena bolak-balik, termasuk juga tenaga tambahan pemulasaraan jenazah, kemudian tambahan kendaraan untuk ambulans, untuk pengangkutan jenazah sekarang ini. Karena peningkatan jumlah kasus, maka perlu tambahan orang, infrastruktur pendukung," kata Anies setelah meninjau RSUD Koja, Jakarta Utara, Selasa (29/6/2021)

Selain itu, Anies mengatakan pihaknya membutuhkan tambahan tenaga penunjang nakes. Nantinya, tenaga penunjang ini diperlukan untuk melayani kebutuhan nonmedis, seperti membungkus obat dan memindahkan tabung oksigen.

Simak juga 'Terjadi Antrean Jenazah Pasien COVID-19 di RSUD Bayu Asih Purwakarta':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT