Covid Jawa Tengah: Ribuan RT Harus Lockdown-7 Instruksi Gubernur

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 09:43 WIB
Covid Jawa Tengah: Ribuan RT Harus Lockdown-7 Instruksi Gubernur
Covid Jawa Tengah: Ribuan RT Harus Lockdown-7 Instruksi Gubernur/ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Kasus Covid Jawa Tengah menjadi salah satu yang mengalami lonjakan di Indonesia. Sejumlah kebijakan dikeluarkan guna menekan kasus yang kian tak terkendali.

Menurut data Satgas COVID-19 per 27 Juni 2021, ada 22 kabupaten/kota yang masuk dalam kategori zona merah di Jawa Tengah.

Ribuan RT di Jawa Tengah harus dilockdown sesuai implementasi PPKM mikro. Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mengeluarkan Instruksi Gubernur nomor I tahun 2021 tentang Percepatan Penanggulangan Lonjakan Kasus COVID-19.

Covid Jawa Tengah: Ribuan RT Lockdown

Ganjar mengatakan saat ini sudah ada sekitar 7.600 RT yang masuk zona merah Covid di Jawa Tengah. Sesuai dengan implementasi PPKM mikro, ribuan RT tersebut harus diberlakukan karantina atau lockdown.

"Jadi RT saja (yang lockdown), sebab pelaksanaan PPKM Mikro sudah bagus, tinggal implementasi. Kalau kita bisa kunci seperti ini, kalau jumlahnya banyak akan terkunci sendiri oleh sistem," ujarnya saat meninjau Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) Benteng Vastenburg Solo, Rabu (30/6/2021).

Pihaknya mendorong setiap desa dan kecamatan untuk membangun tempat karantina virus Corona atau COVID-19 terpusat.

"Ya, kita dorong seperti itu (mendirikan karantina terpusat di desa-kecamatan). Kita dorong untuk mengelola mereka agar tidak sakit," kata Ganjar.

Tak hanya itu, Ganjar juga meminta agar petugas mengedukasi masyarakat agar bisa melaksanakan isolasi mandiri di rumah secara tertib. Hal ini menjadi salah satu solusi terkait penuhnya ruang isolasi rumah sakit.

"Jadi kalau penyakitnya kronis dibawa ke rumah sakit. Kalau nggak, cukup dirawat di RS darurat. Kalau tanpa gejala diisolasi saja. Sekarang kita edukasi isolasi mandiri di rumah," ujarnya.

"Kalau keluarganya tidak terpapar, ya dia diambil untuk isolasi terpusat. Tapi kalau satu keluarga terpapar, lebih bagus dikelola di rumah. Jogo Tonggo membantu, kades membantu, RT membantu," imbuhnya.

Intruksi Gubernur soal Covid di Jawa Tengah

Ganjar mengeluarkan instruksi Gubernur Jateng bernomor I tahun 2021 tentang Percepatan Penanggulangan Lonjakan Kasus COVID-19 di Provinsi Jawa Tengah. Instruksi ini dikeluarkan guna menyikapo lonjakan kasus COVID-19.

Ada 7 instruksi yang dimuat dalam aturan Gubernur Jawa Tengah, yaitu:

1. Pembatasan Total (lockdown) pada RT/RW/Desa/Kelurahan yang Masuk Zona Merah
- Batasi keluar masuk wilayah RT maksimal pukul 20.00, kecuali darurat/khusus.
- Larang kerumunan lebih dari 3 orang.
- Larang keramaian di tempat umum.
- Kegiatan keagamaan dilakukan secara sendiri di rumah masing-masing sampai wilayah tak lagi zona merah.

2. Dorong Gerakan Saling Mengingatkan (Eling Lan Ngelingke) untuk Penerapan 5M Secara Luas.

3. Aktifkan Call Center untuk Pelayanan Informasi Penanganan Covid-19.

4. Jamin Ketersediaan Obat, Alat Kesehatan, Oksigen, SDM Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit

5. Tingkatkan Jumlah Tempat Tidur ICU dan Isolasi Minimal 40% Dari yang Ada

6. Manfaatkan Aset Pemerintah untuk Tempat Isolasi Terpusat

7. Percepat Vaksinasi Dengan Bentuk Sentra Vaksin di Kabupaten/ Kota

"Pelaksanaan pembatasan total tersebut harus dijaga ketat oleh aparat desa dengan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta Satgas Jogo Tonggo," tegas Ganjar.

(izt/imk)