Round-Up

Keganasan Corona di Jakarta dalam Data

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 08:02 WIB
Sejumlah rumah sakit di Jakarta mulai fungsikan tenda darurat sebagai tempat penanganan pasien Corona. Salah satunya RSUD Kramat Jati di Jakarta Timur.
Ilustrasi penanganan pasien COVID-19 (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Virus Corona mengganas di Jakarta. Varian Delta muncul, anak-anak banyak yang terjangkit COVID-19. Berikut data keganasan Corona di Jakarta.

Data berikut ini diperoleh detikcom pada Rabu (30/6), berasal dari paparan resmi Pemprov DKI berjudul 'Situasi Penanganan Pandemi COVID-19 di Jakarta'. Data itu dipaparkan Gubernur Anies Baswedan saat mengikuti rapat koordinasi PPKM darurat yang dipimpin Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan pada Selasa (29/6).

I. BOR Corona

Bed occupancy ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Corona terdata mengalami peningkatan.

BOR Isolasi
Tempat tidur isolasi di 140 RS
Total: 10.448 tempat tidur
Terisi: 9.787 tempat tidur
BOR: 94%

Paparan Pemprov DKI dalam Rakor bersama Menko Marves Luhut Pandjaitan, 29 Juni 2021. (Dok Istimewa)Paparan Pemprov DKI dalam Rakor bersama Menko Marves Luhut Pandjaitan, 29 Juni 2021. (Dok Istimewa)

BOR ICU
Total: 1.263 tempat tidur
Terisi: 1.164 tempat tidur
BOR: 92%

Paparan Pemprov DKI dalam Rakor bersama Menko Marves Luhut Pandjaitan, 29 Juni 2021. (Dok Istimewa)Paparan Pemprov DKI dalam Rakor bersama Menko Marves Luhut Pandjaitan, 29 Juni 2021. (Dok Istimewa)

Laju BOR: Naik 43% sepekan (Fasilitas Isolasi Rusun Nagrak, Ragunan, dan TMII)

Paparan Pemprov DKI dalam Rakor bersama Menko Marves Luhut Pandjaitan, 29 Juni 2021. (Dok Istimewa)Paparan Pemprov DKI dalam Rakor bersama Menko Marves Luhut Pandjaitan, 29 Juni 2021. (Dok Istimewa)

II. Jumlah Kasus Aktif Membubung Tinggi

Naik 230 persen ketimbang puncak gelombang pertama pada Februari 2021. Tren kenaikan cenderung cepat. Tiap delapan hari, kasus aktif naik dua kali lipat.

Berikut data penambahan kasus aktif Corona di DKI sejak 15 Juni:
- 15 Juni: kasus aktif 19.244 (148 penambahan kasus aktif)
- 16 Juni: kasus aktif 20.311 (1.067 penambahan kasus aktif)
- 17 Juni: kasus aktif 22.338 (2.027 penambahan kasus aktif)
- 18 Juni: kasus aktif 24.511 (2.173 penambahan kasus aktif)
- 19 Juni: kasus aktif 27.112 (2.601 penambahan kasus aktif)
- 20 Juni: kasus aktif 30.142 (3.030 penambahan kasus aktif)
- 21 Juni: kasus aktif 32.060 (1.918 penambahan kasus aktif)
- 22 Juni: kasus aktif 32.191 (131 penambahan kasus aktif)
- 23 Juni: kasus aktif 35.705 (3.514 penambahan kasus aktif)
- 24 Juni: kasus aktif 40.637 (4.932 penambahan kasus aktif)
- 25 Juni: kasus aktif 44.931 (4.294 penambahan kasus aktif)
- 26 Juni: kasus aktif 51.434 (6.503 penambahan kasus aktif)
- 27 Juni: kasus aktif 57.295 (5.861 penambahan kasus aktif)
- 28 Juni: kasus aktif 62.126 (4.831 penambahan kasus aktif)

Diprediksi, kasus ini bakal terus naik sampai 100 ribu kasus aktif di Jakarta pada 8-13 Juli 2021. Itu harus dicegah. Langkah-langkah PPKM darurat harus diambil.

Paparan Pemprov DKI dalam Rakor bersama Menko Marves Luhut Pandjaitan, 29 Juni 2021. (Dok Istimewa)Paparan Pemprov DKI dalam Rakor bersama Menko Marves Luhut Pandjaitan, 29 Juni 2021. (Dok Istimewa)

Selanjutnya, anak-anak banyak kena COVID-19, varian Delta mendominasi:

Simak video 'Jakarta Tertinggi! Ini Sebaran Kasus Baru COVID-19 di RI':

[Gambas:Video 20detik]