Round-Up

Polemik Jokowi King of Lip Service Bikin Rektorat UI Kena Kritik

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 29 Jun 2021 06:32 WIB
Ilustrasi Kampus UI, Depok
Foto: Grandyos Zafna/detikFOTO
Jakarta -

Dukungan terhadap BEM UI terkait polemik unggahan poster 'Jokowi King of Lip Service' datang dari sejumlah pihak. Sejumlah pihak dari mulai politikus, aktivis mengkritik rektorat UI yang memanggil pengurus BEM UI terkait polemik tersebut.

Awalnya kritikan terhadap Presiden Jokowi itu disampaikan BEM UI lewat akun Twitternya, @BEMUI_Official pada Sabtu (26/6/2021). Dalam cuitannya, BEM UI mengunggah foto Jokowi yang sudah diedit dengan background gambar bibir lengkap dengan mahkota raja.

"JOKOWI: THE KING OF LIP SERVICE," tulis BEM UI dalam caption unggah tersebut.

BEM UI menilai Jokowi kerap mengobral janji manis. Namun, menurutnya, janji Jokowi seringkali tak selaras dengan kenyataan.

"Jokowi kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras. Katanya begini, faktanya begitu. Mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, dan rentetan janji lainnya," ungkapnya.


UI: Postingan BEM UI Langgar Aturan

Sementara itu Aksi BEM UI terkait poster tersebut dianggap melanggar aturan. Kepala Humas dan KIP UI, Amelita Lusia menjelaskan bahwa pihak UI sangat menghargai kebebasan menyampaikan pendapat. Namun, pendapat tersebut mestinya disampaikan sesuai aturan yang ada.

"Menjawab pertanyaan yang diajukan rekan-rekan media, yang bermula dari postingan BEM UI di sosial media kemarin sore sekitar jam 6 sore, perlu kami sampaikan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat dan aspirasi memang dilindungi undang-undang. Meskipun demikian dalam menyampaikan pendapat, seyogyanya harus menaati dan sesuai koridor hukum yang berlaku," kata Amelita kepada wartawan, Minggu (27/7/2021).

Dia menegaskan bahwa postingan meme poster 'Jokowi: The King of Lip Service' tersebut bukan cara menyampaikan pendapat yang benar. Cara tersebut dinilai melanggar aturan yang belaku.

"Hal yang disampaikan BEM UI dalam postingan meme bergambar Presiden Republik Indonesia yang merupakan simbol negara, mengenakan mahkota dan diberi teks Jokowi: The King of Lip Service, juga meme lainnya dengan teks "Katanya Perkuat KPK Tapi Kok?", "UU ITE: Revisi Untuk Merepresi (?)", "Demo Dulu Direpresi Kemudian" bukanlah cara menyampaikan pendapat yang sesuai aturan yang tepat, karena melanggar beberapa peraturan yang ada," ungkapnya.


Rektorat UI Panggil BEM UI: Proses Pembinaan!

Buntut dari kritik itu Rektorat Universitas Indonesia (UI) memanggil Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM UI karena mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan poster 'Jokowi The King of Lip Service'. UI menyatakan pemanggilan itu merupakan bentuk pembinaan.

"Atas pemuatan meme tersebut di media sosial, Universitas Indonesia mengambil sikap tegas dengan segera melakukan pemanggilan terhadap BEM UI pada sore hari Minggu, 27 Juni 2021. Pemanggilan terhadap BEM UI ini karena menilai urgensi dari masalah yang sudah ramai sejak postingan yang mereka buat di akun sosial media BEM UI. Pemanggilan ini adalah bagian dari proses pembinaan kemahasiswaan yang ada di UI," kata Kepala Humas dan KIP UI, Amelita Lusia dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Minggu (27/6/2021).

Sementara itu Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra menjelaskan isi pertemuan itu. Leon menjelaskan pertemuan itu membicarakan pernyataan dari Juru Bicara Presiden Jokowi Fadjroel Rachman. Selain itu BEM UI juga memberikan klarifikasi mengenai poster itu.

"Iya betul (membicarakan soal pernyataan Fadjroel--red). Sama minta klarifikasi. Keterangan dari kita," kata Leon Alvinda Putra kepada wartawan, Minggu (27/6/2021).

Lebih lanjut, sejumlah pihak menyampaikan dukungan terhadap BEM UI atas kritik dengan poster 'Jokowi King of Lip Service'. Berikut ini sejumlah pihak yang mengkritik Rektorat UI.

Selengkapnya halaman berikutnya.

Simak video 'BEM UI Dipanggil Rektorat, Hensat: UI Jangan Kebakaran Jenggot!':

[Gambas:Video 20detik]