Gerindra soal Jalan Protokol DKI Sepi: Jangan Puas, Kafe Penuh Pengunjung

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 28 Jun 2021 08:23 WIB
Lengangnya Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (27/6/2021).
Lengangnya Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (Annisa Rizky Fadhila/detikcom)
Jakarta -

Jalan-jalan protokol di DKI Jakarta sepi saat akhir pekan atau weekend. Gerindra DKI Jakarta menyebut hal itu bukan berarti warga DKI Jakarta sadar soal bahaya virus Corona (COVID-19).

"Nggak bisa dikatakan sepenuhnya kayak gitu, masyarakat sadar dan sepenuhnya. Karena kita tahu ini akhir bulan, artinya banyak yang belum gajian juga. Hal-hal lain, ekonomi lagi kurang baik. Mereka juga berpikir ya sudah di rumah saja, dan mungkin imbauan (Gubernur Anies Baswedan) juga. Makanya kita sebut bukan sepenuhnya," ucap Wakil Ketua Fraksi Gerindra DKI Jakarta S Andyka saat dihubungi, Kamis (27/6/2021).

"Hal lain, adanya pembatasan tempat wisata ditutup, kemudian tempat makan juga ada kapasitas ditempati. Jadi membuat masyarakat berfikir untuk keluar," ujarnya.

Karna itulah, S Andyka meminta masyarakat tak melonggarkan pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sehingga kasus Corona bisa dikendalikan.

"Imbauan, sosialisasi, sistem pengawasan melekat, petugas yang dapatkan tugas di lapangan harus ditingkatkan. Gubernur juga saya lihat sudah baik, ingatkan warga agar tetap di rumah," katanya.

"Kalau kesadaran sudah ada, tapi jangan puas dan berhenti di situ," ucap Andyka.

Sementara itu, Andyka melihat masih ada pelanggaran-pelanggaran protokol kesehatan beberapa tempat. Banyak pelanggaran bukan dilakukan oleh tempat usaha besar.

"Pas malam, saya lewat suatu tempat. Itu di tempat itu kafe itu penuh. Tempat besar iya (jalankan prokes), tapi tempat yang kecil-kecil itu (langgar protkes). Baiknya pemerintah berikan insentif kepada RT/RW agar lebih ketat pengawasan," ucapnya.

Jika RT dan RW diberikan insentif, keterlibatan mereka akan maksimal. Mereka akan menjaga wilayah mereka sendiri jauh lebih baik daripada saat ini.

"Apakah itu warung kopi, Indomaret, restoran, dan sebagainya kalau mereka dilibatkan dan ada insentif, saya yakin, bisa dilihat hasilnya selama satu bulan, karena mereka langsung terjun. Seperti di daerah saya, kalau ada yang kena, paling pagar aja yang ditutup. lalu lalang orang keluar-masuk warga nggak ketat. Mengapa? ya mereka juga kan butuh vitamin (insentif)," katanya.

Simak juga 'Begini Situasi di Jalan Cikini Raya Saat Pembatasan Mobilitas Digelar':

[Gambas:Video 20detik]