Djarot PDIP Usul Posisi Jubir Jokowi Diserahkan ke Mensesneg-Menseskab

Eva Safitri - detikNews
Minggu, 27 Jun 2021 12:26 WIB
Cagub Sumut Djarot Syaiful Hidayat saat melakoni syuting Blak-blakan Dcandidate detikcom, Kamis (17/5)
Djarot Syaiful Hidayat (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman masuk ke nama-nama calon duta besar (dubes) RI. Ketua DPP PDIP, Djarot Syaiful Hidayat, mengusulkan agar tugas jubir diserahkan kepada Mensesneg Pratikno atau Menseskab Pramono Anung.

"Ini tanggapan saya secara pribadi. Selamat bertugas untuk Pak Fadjroel, semoga amanah dan sukses dalam mengemban penugasan yang baru. Untuk ke depan, sebaiknya jubir presiden bisa diserahkan kepada menseskab atau mensesneg. Sehingga tidak ada tumpang tindih dalam menyampaikan informasi terkait kebijakan yang diambil oleh presiden," kata Djarot, kepada wartawan, Minggu (27/6/2021).

Djarot mengatakan penunjukan Mensesneg sekaligus sebagai jubir sudah terjadi di beberapa pemerintahan sebelumnya. Djarot lantas menyebut seperti pemerintahan era Sukarno dan Soeharto.

"Berkaca pengalaman di masa sebelumnya Bung Karno menunjuk Pak Ruslan Abdulgani dengan sebutan Jubir Usman yang diberikan tugas khusus untuk menyampaikan kebijakan BK tentang Manipol Usdek," katanya.

"Sedangkan di masa Soeharto Pak Moediono Mensesneg ditunjuk sebagai jubir presiden untuk menyampaikan informasi terkait dengan kebijakan presiden dan hasil rapat kabinet," imbuh Djarot.

Sebelumnya, dalam daftar 33 calon duta besar Republik Indonesia (RI), tercantum nama Fadjroel Rachman. Jabatan yang kini masih dijabat oleh Fadjroel adalah juru bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi). Masih ada tanda tanya soal posisi jubir presiden jika Fadjroel menjabat duta besar RI.

Ke-33 nama calon dubes RI yang beredar sudah dibenarkan oleh pimpinan Komisi I DPR RI. Ke-33 nama tersebut kabarnya bakal jalani uji kelayakan di Komisi I pada Juli 2021.

"Insyaallah Komisi I akan melakukan fit and proper test minggu kedua bulan Juli," kata Ketua Komisi I, Meutya Hafid, kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut kemungkinan tidak ada lagi jabatan jubir Presiden Jokowi setelah Fadjroel Rachman menjabat dubes RI.

"Mungkin tidak (ada jubir presiden lagi), karena nanti pasti apa Bapak Presiden menunjuk lagi staf khusus bidang komunikasi atau tidak, tapi saya kira insyaallah berjalan seperti biasa saja," kata Ngabalin saat dihubungi, Sabtu (26/6).

Ngabalin menceritakan, selama setahun lebih ini, Presiden Jokowi kerap menyampaikan pernyataannya secara langsung. Oleh sebab itu, jabatan jubir presiden kemungkinan besar tidak ada lagi setelah Fadjroel Rachman menjadi dubes.

"Iya (mungkin tidak ada), karena tugas jubir itu kan kalau nggak salah sebetulnya hampir setahun atau setahun lebih ini, itu kan langsung diambil oleh Bapak Presiden," imbuhnya.

Simak juga 'Saat Jubir Tegaskan Jokowi Tolak Wacana Presiden 3 Periode!':

[Gambas:Video 20detik]

(eva/gbr)