Fadjroel Calon Dubes, Gerindra Sebut Posisi Jubir Jokowi Masih Perlu

Eva Safitri - detikNews
Minggu, 27 Jun 2021 12:05 WIB
Politisi Gerindra Habiburokhman
Politisi Gerindra, Habiburokhman (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Fadjroel Rachman menjadi salah satu calon duta besar (dubes) RI yang berarti posisinya sebagai juru bicara presiden akan mengalami kekosongan. Gerindra menilai perlu adanya pengganti untuk mengisi posisi jubir, terlebih saat negara tengah dilanda pandemi saat ini.

"Menurut saya, perlu sekali jubir presiden, apalagi di saat negara dalam situasi menghadapi pandemi saat ini," kata Waketum Partai Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Minggu (27/6/2021).

Habiburokhman menilai posisi jubir diperlukan agar keterangan dari presiden tersampaikan kepada pers ataupun publik. Dia lantas menyebut pejabat sekelas menteri dan lembaga lain yang memiliki jubir.

"Jubir perlu agar pesan-pesan presiden bisa sampai ke masyarakat tanpa perlu presiden sendiri yang bertemu wartawan setiap hari. Jangankan presiden, pejabat selevel menteri, jaksa agung, Mahkamah Agung sekarang punya juru bicara. Hal ini terjadi agar jangan sampai ada proses komunikasi yang terganggu," ujarnya.

Habiburokhman mengatakan jubir cukup diisi oleh satu orang dan tidak dirangkap oleh jabatan lain sehingga, menurutnya, publik dapat memahami keterangan resmi dari presiden.

"Juru bicara cukup satu orang, tidak boleh dirangkap oleh beberapa pejabat di KSP. Agar publik mudah mencerna mana info dan sikap resmi presiden mana yang hanya pendapat pejabat," ujarnya.

Lebih lanjut, Habiburokhman menyarankan agar jubir diisi oleh orang terdekat dengan presiden.

"Juru bicara itu harus orang yang benar-benar dekat dengan presiden yang sekaligus merupakan komunikator ulung. Sehingga paham apa maksud presiden untuk kemudian disampaikan kepada publik. Kalau zaman Gus Dur dulu ada Adhie Massardi. Kalau sekarang saya nggak tahu siapa sosok orang dekat Pak Jokowi yang seperti itu," katanya.

Fadjroel Rachman Masuk Dalam 33 Nama Calon Dubes

Sebelumnya, Daftar 33 calon duta besar Republik Indonesia (RI) tercantum nama Fadjroel Rachman. Jabatan yang kini masih dipegang oleh Fadjroel adalah juru bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi). Masih ada tanda tanya soal posisi jubir presiden jika Fadjroel menjabat duta besar RI.

Ke-33 nama calon dubes RI yang beredar sudah dibenarkan oleh pimpinan Komisi I DPR RI. Ke-33 nama tersebut kabarnya bakal jalani uji kelayakan di Komisi I pada Juli 2021.

"Insyaallah Komisi I akan melakukan fit and proper test minggu kedua bulan Juli," kata Ketua Komisi I, Meutya Hafid, kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut ada kemungkinan tidak ada lagi jabatan jubir Presiden Jokowi setelah Fadjroel Rachman menjabat dubes RI.

"Mungkin tidak (ada jubir presiden lagi), karena nanti pasti apa Bapak Presiden menunjuk lagi staf khusus bidang komunikasi atau tidak, tapi saya kira insyaallah berjalan seperti biasa saja," kata Ngabalin saat dihubungi, Sabtu (26/6).

Ngabalin menceritakan selama setahun lebih ini Presiden Jokowi kerap menyampaikan pernyataannya secara langsung. Oleh sebab itu, jabatan jubir presiden kemungkinan besar tidak ada lagi setelah Fadjroel Rachman menjadi dubes.

"Iya (mungkin tidak ada), karena tugas jubir itu kan kalau nggak salah sebetulnya hampir setahun atau setahun lebih ini, itu kan langsung diambil oleh Bapak Presiden," imbuhnya.

Simak juga 'Saat Jubir Jokowi Berkomentar tentang Bipang':

[Gambas:Video 20detik]

(eva/gbr)