Round-Up

Ragam Saran Mengemuka Kala Lonjakan Corona Belum Juga Reda

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 27 Jun 2021 08:04 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Kasus positif Corona di Indonesia belakang terus melonjak tajam. Beragam saran mengemuka agar penyebaran wabah dapat dikendalikan.

Saran-saran itu datang dari kalangan para ulama hingga dokter. Mereka ingin agar lonjakan kasus positif di Indonesia, khususnya Jabodetabek dapat segera teratasi.

Saran Ketua MUI

Selama 1,5 tahun pandemi COVID-19, sudah 20 ribu jenazah dimakamkan dengan prosedur penanganan COVID-19. Lahan permakaman di Jakarta semakin sempit. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyarankan agar jenazah COVID-19 dimakamkan secara massal.

"Melihat kurangnya lahan untuk pemakaman korban COVID-19 di Jakarta, pemberlakuan penguburan massal bisa dikaji. Artinya, mengubur beberapa jenazah dalam satu lubang. Ini sudah diatur di dalam fatwa MUI," kata Ketua MUI Bidang Ekonomi Syariah dan Halal KH Sholahuddin Al Aiyub dilansir situs resmi MUI, Sabtu (26/6/2021).

Jasa angkut jenazah pasien covid-19 di TPU Cikadut BandungJasa angkut jenazah pasien covid-19 di TPU Cikadut Bandung. Foto: Wisma Putra/detikcom

Dia menjelaskan Komisi Fatwa MUI sudah mengeluarkan Fatwa Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim yang Terinfeksi COVID-19 yang di dalamnya juga membahas mekanisme penguburan jenazah. Sholahuddin menjelaskan penguburan jenazah dalam satu lubang bisa menjadi solusi atas persoalan pada masa pandemi virus Corona ini.

"Jenazah korban COVID-19 yang sudah dimasukkan ke dalam peti bisa dimasukkan dalam satu lubang kuburan dengan formasi berjajar berdempetan. Penguburan masal tersebut diharapkan bisa menjadi solusi sementara untuk saat ini," ujar Sholahuddin, yang merupakan Wakil Sekjen MUI Bidang Fatwa periode 2015/2020 itu.

Fatwa Nomor 18 Tahun 2020 menetapkan bahwa penguburan beberapa jenazah dalam satu liang kubur diperbolehkan karena darurat (al-dlarurah al-syar'iyyah) sebagaimana diatur dalam ketentuan Fatwa MUI Nomor 34 Tahun 2004 tentang Pengurusan Jenazah dalam Keadaan darurat.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya

Simak video 'Satgas Covid-19: Warga Abai 3M, Pemerintah Belum Maksimal 3T':

[Gambas:Video 20detik]