Hampir Penuh! BOR RS Rujukan COVID di Kota Tangerang Capai 93%

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 27 Jun 2021 07:49 WIB
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah (Foto: dok. Pemkot Tangerang)
Jakarta -

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah membeberkan bed occupancy rate (BOR) COVID-19 di wilayahnya yang hampir penuh. Kapasitas ruang ICU dan ruang isolasi di sejumlah rumah sakit Kota Tangerang tersisa kurang dari 10 persen per tanggal 25 Juni 2021.

"(BOR) rumah sakit udah 93 persen. Itu datanya, kenyataan di lapangannya kan udah di atas 100 persen, udah penuh ya," kata Arief kepada wartawan, Sabtu (26/6/2021).

Dia menyebut yang masih kosong adalah rumah sakit yang hanya menerima pasien secara spesifik seperti rumah sakit ibu dan anak. Menurutnya, rumah sakit itu tidak menerima pasien selain pasien COVID dari kalangan ibu hamil dan anak-anak.

Data BOR Kota TangerangData BOR Kota Tangerang Foto: dok. istimewa

Puskesmas Jadi IGD

Arief menyebut penuhnya rumah sakit dengan pasien COVID-19, membuat Pemkot Tangerang memutar strategi. Arief menjadikan 38 Puskesmas di Kota Tangerang yang semula klinik 24 jam jadi memiliki fasilitas IGD untuk merawat pasien COVID-19.

"5 hari terakhir ini saya jadiin seluruh Puskesmas itu jadi punya fasilitas IGD, kenapa? Karena rumah sakit kan ngantre. Dari pada dia ngantre di rumah sakit sampai keluar, sekarang ditampung dulu sama IGD Puskesmas," ucapnya.

Dia mengungkap banyak warganya yang terpapar COVID-19 kebingungan untuk perawatan di rumah sakit karena kondisinya sudah penuh. Oleh karena itu, pihaknya berencana jemput bola dengan menginstruksikan Satgas COVID-19 di tingkat RT memberi bantuan oksigen.

"Jadi kalau ada warganya yang memang terpapar, butuh penanganan sementara masih nunggu rumah sakit, paling nggak dia bisa dibantu. Kalau dia saturasinya turun, sesek gitu, bisa diringankan (dengan bantuan oksigen) sambil nunggu (perawatan di RS) dan itu di bawah pantauan Puskesmas," ujarnya.

Nakes Banyak Terpapar dan Kewalahan Tangani COVID-19

Arief menyebut banyak mendapat laporan bahwa para tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Tangerang kewalahan menangani lonjakan pasien COVID-19. Bahkan tak sedikit para nakes juga ikut terpapar dan harus menjalani perawatan.

"(Nakes) Banyak yang terpapar, nakes yang di Puskesmas itu lumayan banyak yang terpapar, karena mereka melakukan testing, tracing, vaksinasi. Makannya sekarang teman-teman dinas-dinas itu saya tugaskan membantu urusan administrasi di Puskesmas. Jadi tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas itu dari kemarin sebagai tenaga kesehatan aja, pelayanan administrasinya dibantu oleh dinas-dinas," katanya.

"Semua udah kewalahan, mereka (nakes) nggak usah ngomong juga kita udah melihat di lapangan, kan tiap hari saya di lapangan ngobrol sama mereka. Makannya kemarin saya diskusi sama seluruh puskesmas, satu hal yang disampaikan seperti itu (nakes kewalahan)," tambahnya.

Simak juga 'Pasien Covid-19 di RS Membludak, IDI Sarankan Shelter untuk OTG':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/isa)