Tambah 993, Total Kasus Corona di Kota Bekasi Jadi 50 Ribu

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 20:48 WIB
Jumlah pasien COVID-19 di RSUD Kota Bekasi melonjak seiring meningkatnya kasus Corona di Indonesia. Tenda darurat pun didirikan sebagai ruang IGD pasien Corona.
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Bekasi -

Total kasus Corona di Kota Bekasi, Jawa Barat, kian bertambah setiap hari. Hari ini, angka total COVID-19 di Kota Bekasi bertambah 993 kasus baru.

Penambahan kasus baru ini dilansir dari website corona.bekasikota.go.id pada Jumat (25/6/2021). Data penanganan pandemi Corona ini diperbarui setiap hari.

Hingga saat ini, total positif Corona mencapai 50.247 kasus. Sementara itu, kasus sembuh hari ini bertambah 993 orang sehingga, jika ditotal, kasus sembuh di Kota Bekasi sebanyak 46.946 orang.

Lalu, hari ini tidak ada tambahan kasus kematian. Jadi total kumulatif pasien Corona yang meninggal dunia di Kota Bekasi mencapai 642 kasus.

Jumlah pasien COVID-19 di RSUD Kota Bekasi melonjak seiring meningkatnya kasus Corona di Indonesia. Tenda darurat pun didirikan sebagai ruang IGD pasien Corona.Jumlah pasien COVID-19 di RSUD Kota Bekasi melonjak seiring meningkatnya kasus Corona di Indonesia. Tenda darurat pun didirikan sebagai ruang IGD pasien Corona. (Agung Pambudhy/detikcom)

Pemerintah Kota Bekasi tengah memeriksa 264 suspek Corona dan 642 orang yang kontak erat dengan pasien Corona.

COVID Bekasi: Jenazah Meningkat

Salah satu bukti melonjaknya kasus COVID di Bekasi adalah meningkatnya jumlah jenazah di RSUD Bekasi. Terlebih, pihak rumah sakit juga menerima pengiriman jenazah dari rumah sakit rujukan COVID-19 yang lainnya.

"Bukan penumpukan, ada apa namanya, jumlah jenazahnya meningkat, baik dari dalam rumah sakit maupun kiriman dari luar," ujar Direktur RSUD dr Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi, Kusnanto Said, ketika dihubungi detikcom, Kamis (24/6) kemarin.

Jumlah pasien COVID-19 di RSUD Kota Bekasi melonjak seiring meningkatnya kasus Corona di Indonesia. Tenda darurat pun didirikan sebagai ruang IGD pasien Corona.Jumlah pasien COVID-19 di RSUD Kota Bekasi melonjak seiring meningkatnya kasus Corona di Indonesia. Tenda darurat pun didirikan sebagai ruang IGD pasien Corona. (Agung Pambudhy/detikcom)

Tidak diketahui jelas berapa peningkatan jenazah yang dimaksud. Namun, menurut Kusnanto, jenazah berangsur telah dimakamkan ke TPU Pedurenan, Bekasi, maupun pemakaman keluarga setelah mendapatkan izin dari RT/RW.

COVID-19: BOR RSUD Bekasi Penuh

Sementara itu, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi juga sudah 100 persen alias penuh. Ada 385 pasien COVID yang kini dirawat.

"BOR-nya ini 62% warga KTP Bekasi, 38% warga KTP non-KTP Kota Bekasi," terang Kusnanto.

Akibat penuhnya BOR RSUD, tenda darurat pun dipasang di depan rumah sakit. Tenda tersebut berfungsi sebagai 'ruang tunggu' atau tempat seleksi pasien.

"(Tempat) pemeriksaan awal, screening, apakah pasien ini COVID atau bukan COVID, kalau bukan COVID, nunggu hasil PCR, kalau masih tersedia ruang rawat inap yang non-COVID. (Jika pasien COVID), kita masuk ke dalam IGD yang sekarang, karena IGD yang sekarang kita jadikan ruang rawat COVID-19," jelas Kusnanto.

Viral Pasien Tidur di Parkiran RSUD

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Chasbullah Abdulmadjid di Kota Bekasi menjadi sorotan di masa pandemi COVID-19 lewat video viral yang memperlihatkan pasien membeludak sampai tiduran di parkiran dan pikap. Agar pasien tak lagi tidur di parkiran hingga pikap, RSUD menyiapkan lorong gedung sebagai lokasi perawatan.

"Diinstruksikan oleh Pak Wali Kota dan kami telah membuka pada lorong pintu masuk gedung A ditetapkan sebagai triase dengan kapasitas 15 bed dan untuk mengurai pasien dan menambah satu lantai di gedung E dengan kapasitas 45 bed," kata dr Kusnanto Saidi, dalam keterangan pers tertulis, Jumat (25/6/2021).

Pasien tidur di parkiran di depan RSUD Bekasi (tangkapan layar)Pasien tidur di parkiran di depan RSUD Bekasi (tangkapan layar)

Video viral memperlihatkan kondisi overkapasitas di RSUD ini. Pihak RSUD mengakui pihaknya kelebihan pasien. Maka, langkah yang ditempuh adalah menyediakan lorong Gedung A yang muat 15 tempat tidur (bed) dan lorong Gedung E yang muat 45 tempat tidur.

"Insyaallah sore ini sudah bisa difungsikan dan beroperasional dan total ada 600 bed, di antaranya 400 untuk pasien isolasi dan 200 pasien penyakit umum. Dan, 60% pasien yang diisolasi merupakan warga yang ber KTP Kota Bekasi, 40% warga ber-KTP luar Kota Bekasi. Tenda ini dan lorong ini merupakan triase dan untuk screening pasien karena Unit Gawat Darurat telah kami fungsikan sebagai ruang rawat untuk pasien COVID-19," kata Kusnanto Saidi.

(isa/dnu)