Viral Pasien Tiduran di Parkiran dan Pikap, Dirut RSUD Bekasi Minta Maaf

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 19:31 WIB
Jumlah pasien COVID-19 di RSUD Kota Bekasi melonjak seiring meningkatnya kasus Corona di Indonesia. Tenda darurat pun didirikan sebagai ruang IGD pasien Corona.
Tenda darurat di RSUD Bekasi. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Viral sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pasien di RSUD Bekasi tiduran dirawat di parkiran dan mobil pikap. Pascaperistiwa itu, Dirut RSUD Bekasi, Kusnanto Saidi, meminta maaf.

Kusnanto menyebut antrean sejumlah pasien di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) mengakibatkan overkapasitas. Jadi, untuk sementara, bagi pasien yang ingin ke UGD, pihak rumah sakit menyediakan tenda dan lorong sebagai triase UGD.

"Terkait antrean tersebut. Sebelumnya kami meminta maaf dan kami sudah memantau sejak tadi malam, namun pagi hari tadi ternyata banyak antrian pasien yang datang. Banyak warga yang meminta dirujuknya ke RSUD dan kapasitas tenda tidak tertampung," kata Kusnanto dalam keterangan tertulis, Jumat (25/6/2021).

Dia juga mengimbau masyarakat Kota Bekasi dapat menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada. Hal itu dilakukan sebagai upaya bersama dalam memutus rantai penyebaran COVID-19.

Seperti diketahui, peristiwa pasien-pasien di RSUD dr Chasbullah Abdulmajid, Kota Bekasi, dirawat di parkiran hingga mobil pikap terjadi Jumat (25/6/2021) pagi tadi. Kusnanto mengatakan pasien-pasien bergejala COVID-19 itu tengah dalam pemeriksaan awal.

"Tadi pagi (kejadiannya), jadi karena pasien nggak sabar menunggu di kursi roda. Jadi memilih tidur," kata Kusnanto kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

"Mereka datang dengan gejala (COVID-19) semua. Nanti pemeriksaan di tenda sama di lorong yang kita siapkan itu, triase namanya, pemeriksaan awal," tambahnya.

Simak Video: Penjelasan RSUD Bekasi soal Viral Pasien Tiduran di Parkiran-Pikap

[Gambas:Video 20detik]



(fas/imk)