Eks Manajer Bank di Pekanbaru Ditangkap Usai Gelapkan Dana Nasabah Rp 3,2 M

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 19:52 WIB
Polisi menunjukkan barang bukti hasil penggelapan uang nasabah yang dilakukan oleh eks manajer bank di Pekanbaru
Polisi menunjukkan barang bukti hasil penggelapan uang nasabah. (Raja Adil/detikcom)
Pekanbaru -

Polisi menangkap mantan manajer dan teller bank di Pekanbaru, Riau, IOG (34) dan TDC (30). Keduanya ditangkap karena diduga menilap uang nasabah Rp 3,2 miliar lebih.

"Kejadian ini sudah berlangsung lama, kita tidak pernah lelah. Kasus ini bermula dari temuan nasabah atau korban berinisial AB," terang Direktur Reskrimsus Polda Riau AKBP Ferry Irawan, yang didampingi Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, Kamis (24/6/2021).

Ferry mengatakan, pada Januari 2018, korban mencurigai adanya transaksi gelap dari rekening giro miliknya. Di mana ada pencairan cek perusahaan yang dilakukan tanpa izin.

"Januari 2018 terjadi pencairan cek milik perusahaan korban yang dilakukan tanpa izin dirinya sebagai pemilik rekening giro. Kemudian, Desember 2019, kami terima laporan untuk dilakukan pendalaman dan kegiatan penyelidikan," kata Ferry.

Dari hasil temuan, keterangan saksi, saksi ahli dari Otoritas Jasa Keuangan, penyidik menemukan adanya perbuatan melawan hukum. Hal itu dilakukan oleh IOG.

"Setelah memeriksa 22 saksi dan saksi ahli dari OJK, kami temukan adanya perbuatan melawan hukum yang dilakukan tersangka yang dalam hal ini telah terjadi transaksi 9 lembar cek. Nilai kerugian itu Rp 3,2 miliar," kata alumni Akpol 1999 tersebut.

Hasil penyelidikan diketahui dana ditarik oleh teller, TDC atas perintah IOG sebagai atasan. TDC diminta meniru tanda tangan nasabah AB untuk mencairkan dana tanpa verifikasi terlebih dahulu.

TDC kemudian menarik dana secara tunai dan memberikannya kepada IOG. Namun belakangan diketahui bahwa dana tersebut tidak diserahkan kepada AB sebagai pemegang rekening.

"Dari semua itu, kita lakukan penangkapan IOG di Jakarta pada awal Juni lalu dan kita lakukan penahanan. Dari beberapa transaksi tersebut, korban punya beberapa perusahaan dengan kerugian bervariasi dan ditotalkan seperti di atas," katanya.

Tonton juga Video: Uang Tabungan Nasabah Rp 20 Miliar Raib Misterius

[Gambas:Video 20detik]




Selanjutnya
Halaman
1 2