detikcom Do Your Magic

Anak Sekolah Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Gantung Mamasa, Solusi Dinanti

Abdy Febriady - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 13:06 WIB
Jembatan gantung rusak di Sulbar tempat pelajar bergantung di seutas tali.
Jembatan gantung di Mamasa. (Abdy/detikcom)

Kepala Desa Pamoseang M Sabir menyatakan, akibat jembatan yang kini rusak, banyak warga menyeberang dengan cara langsung turun ke sungai. Itu adalah cara yang tidak kalah berbahaya.

"Setelah rusaknya jembatan itu, ya masyarakat itu seperti semula di bawah tahun 2013, melewati sungai," kata Sabir terpisah.

Dia mengakui kerusakan jembatan gantung ini menjadi tanggung jawab pemerintah desa. Desa telah menganggarkan perbaikan untuk 2021, namun mereka berharap bantuan karena anggaran mereka terlalu minim.

"Kalau misalnya ada bantuan dari Kabupaten, kami sangat bersyukur selaku pemerintah di tingkat desa, karena tentu anggaran kabupaten lebih besar dari anggaran desa," kata Sabir.

Anggota Badan Permusyawaratan Desa Pamoseang, Ridwan, mengatakan kerusakan jembatan gantung terjadi sejak akhir 2020, saat jembatan ini diterjang banjir. Pemerintah desa setempat telah mengusulkan anggaran untuk perbaikan jembatan, namun terkendala pencairan dana yang belum terealisasi.

"Harapan kami, semoga cepat terealisasi, biar tidak seberang sungai lagi, gantung-gantungan sana-sini, apalagi akses satu-satunya dan berbahaya," pungkas Ridwan.



Simak Video "Tolong! Siswa di Sulbar Bergelantung di Tali Jembatan Demi ke Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]

(dnu/dnu)