Round-Up

Masa Kritis Penyebaran COVID-19 Diprediksi Terjadi hingga Akhir Juli

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 08:11 WIB
Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh narsum bernama Dicky Bu
Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh narsum bernama Dicky Budiman)
Jakarta -

Penambahan kasus positif COVID-19 mencapai angka 15 ribu. Dengan penambahan angka tersebut, RI dinilai belum memasuki masa puncak penyebaran COVID.

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, dengan adanya varian Delta yang cepat menular, penambahan kasus positif COVID bisa saja terus terjadi hingga akhir Juni atau awal Juli. Dia memprediksi masa kritis ini akan terjadi hingga awal Juli.

"Ini kan prediksi katakanlah puncak itu akhir Juni ini, sampai awal Juli, dan yang lebih repot dan kita harus sangat waspada ini dan harus merespons benar yang tepat dan cepat karena ada prediksi puncak lain yang berdekatan dan jadi lebih tinggi. Karena adanya potensi dominasi dan kemunculan varian Delta ini, artinya ini bisa jadi lebih besar dan setidaknya masa kritis kita sampai akhir Juli," kata Dicky ketika dihubungi, Kamis (24/6/2021).

Dicky mengatakan angka penambahan kasus positif yang mencapai 15 ribu hanya yang dilaporkan oleh Kemenkes, artinya belum mencakup data keseluruhan. Dia menyebut angka tersebut hanya sebagian kecil dari total penyebaran secara keseluruhan.

"Dan 15 ribu ini belum yang ter-cover seluruhnya karena tes kita rendah sekali, dan dengan positivity rate yang tinggi jauh di atas 5 persen itu sangat tinggi dan tidak terkendali penyebaran ini. Dan kita harus ingat bahwa laporan 15 ribu ini laporan fasilitas kesehatan, dan itu adalah setidaknya merepresentasikan kurang lebih 20 persen dari kasus. Tapi 80 persen kasus ada di masyarakat," ujarnya.

"Ini adalah tanda jauh lebih serius dan lebih menakutkan dengan Delta ini daripada tahun lalu," ujarnya.

Seperti diketahui, Kasus baru virus Corona (COVID-19) pada 23 Juni kembali mencatatkan rekor tertinggi selama pandemi. Kasus baru Corona di hari itu bertambah sebanyak 15.308. Total kasus positif Corona di Indonesia menembus angka 2.033.421.

Kasus aktif Corona di Indonesia pada hari ini bertambah 7.838. Total kasus aktif COVID-19 menjadi 160.524.

Berikut ini lonjakan kasus baru Corona dalam sepekan terakhir:

14 Juni: 8.189
15 Juni: 8.161
16 Juni: 9.944
17 Juni: 12.624
18 Juni: 12.990
19 Juni: 12.906
20 Juni: 13.737
21 Juni: 14.536
22 Juni: 13.668
23 Juni: 15.308

PPKM Mikro Diperkuat

Perihal kenaikan kasus Corona yang terus melonjak, pemerintah memutuskan memperpanjang PPKM skala mikro. Namun kali ini PPKM mikro lebih diperkuat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menjelaskan alasan lebih memilih memperkuat PPKM mikro daripada opsi PSBB atau lockdown. PPKM mikro dianggap tidak akan mematikan ekonomi rakyat.

"Kenapa pemerintah memutuskan PPKM mikro? Pemerintah melihat bahwa kebijakan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk konteks saat ini, untuk mengendalikan COVID-19 karena bisa berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pernyataan pers, Rabu (23/6/2021).

Keputusan itu diambil setelah pemerintah mempertimbangkan sejumlah opsi. Jokowi mengaku menerima masukan dari berbagai pihak, dari usulan pemberlakuan kembali PSBB hingga lockdown.

"Pemerintah telah mempelajari berbagai opsi penanganan COVID-19 dengan memperhitungkan kondisi ekonomi, kondisi sosial, kondisi politik di negara kita Indonesia, dan juga pengalaman-pengalaman dari negara lain," ujar Jokowi.

Simak video 'Varian Delta yang Kian Meresahkan':

[Gambas:Video 20detik]




(eva/dnu)