Polda Metro: Anies Minta Titik Pembatasan Mobilitas Ditambah

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 00:49 WIB
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo pimpin apel razia knalpot bising.
Foto: Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya menyebut Gubernur Anies Baswedan meminta penambahan titik pembatasan mobilitas di Jakarta. Polisi pun segera menindaklanjuti permintaan ini.

"Ada salah satu asisten dari pak gubernur yang sudah menyampaikan ke kami tentang penambahan beberapa titik untuk dilaksanakan juga pembatasan mobilitas," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat meninjau titik pembatasan di Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa malam (22/6/2021).

Sambodo mengatakan pihaknya akan melakukan kajian berdasarkan hasil evaluasi penerapan pembatasan mobilitas. Yakni, pada 10 titik yang sedang berlangsung.

"Kalau kemudian (pembatasan) ternyata dianggap berhasil tentu tidak menutup kemungkinan ada penambahan kawasan dari 10, mungkin jadi berapa," ujarnya.

Sambodo menyebut ada sejumlah ruas jalan yang disarankan sejumlah pihak untuk diberlakukan pembatasan. Terkait hal ini, dia akan mempelajari arus lalu lintas serta situasi di lokasi terlebih dahulu.

"Kayak misalkan saat ini kita berada di jalan Cikini. Kalaupun jalan Cikini kita laksanakan pembatasan lalu lintas tapi orang-orang yang menuju arah Menteng kan masih bisa lewat jalan Cut Mutia dan sebagainya. Tentu lokasi-lokasi seperti itulah yang akan kita pilih," jelasnya.

"Kedua seberapa urgent untuk menutup kawasan tersebut. Artinya apakah kawasan itu memang perlu dilaksanakan pembatasan mobilitas atau cukup kawasan pengendalian," sambung Sambodo.

Terakhir, dia memastikan peluasan ini tak perlu menunggu keputusan perpanjangan PPKM Mikro selanjutnya pada 28 Juni mendatang. Kebijakan ini, sebutnya, bisa diberlakukan dengan melihat perkembangan COVID di Jakarta.

"Bisa lebih cepat. Kan kita tidak perlu menunggu sampai tanggal itu. Artinya kalau ini sudah berjalan 4-5 hari kemudian nilai efektif, kemudian ada masukan dari teman-teman Dishub, DPRD DKI dan Satpol PP DKI untuk memperluas, kenapa tidak? kita bisa lakukan kapan saja," ucapnya.

Polda Metro Jaya bersama Pemprov DKI Jakarta sebelumnya memberlakukan pembatasan mobilitas pengguna jalan di 10 titik kawasan di DKI Jakarta. Polisi menegaskan pembatasan mobilitas ini bukan berarti Jakarta lockdown.

Nantinya pembatasan mobilitas tersebut akan berlaku mulai pukul 21.00 hingga 04.00 WIB. Pemberlakuan pembatasan mobilitas tersebut dilakukan untuk mencegah masif-nya penyebaran virus COVID-19.

Tonton video 'Kepgub Anies soal PPKM Mikro: Ibadah di Rumah, WFH 75%':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)