Pimpinan DPR Usul Semi-lockdown Hari Libur Tekan Laju Corona

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 16:31 WIB
Sejumlah anggota komisi IX DPR RI mendatangi RSPAD Gatot Soebroto. Mereka mengikuti pengambilan darah untuk diproses menjadi vaksin nusantara.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco meminta pemerintah memberlakukan semi-lockdown saat hari libur demi menekan laju Corona. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengusulkan pemerintah memberlakukan kebijakan semi-lockdown. Semi-lockdown versi Dasco adalah di hari libur atau weekend.

"Saya usulkan juga kepada pemerintah karena Sabtu-Minggu roda perekonomian, terutama perkantoran tutup, kalau bisa dilakukan pembatasan sosial berskala besar atau katakanlah semi-lockdown untuk hari libur terutama. Lebih baik memang, kecuali yang penting-penting, hari libur lebih baik ada di rumah," kata Dasco, kepada wartawan, di kompleks parlemen, Senayan, Selasa (22/6/2021).

Dasco mengatakan semi-lockdown itu bisa menjadi kombinasi dengan kebijakan PPKM yang saat ini diterapkan. Terutama di wilayah DKI Jakarta, yang tingkat penyebarannya tertinggi.

"Soal efektif-nggak efektifnya belum tahu, karena lonjakan makin tinggi, makanya kita perlu ambil langkah, kalau perlu kombinasi keduanya, supaya apa pun yang kita lakukan itu bagaimana caranya menekan lagi COVID, terutama di DKI ini," ujarnya.

Dia meminta pemerintah daerah beserta aparat terkait tegas mengawasi agar kebijakan yang ada benar-benar diterapkan. Bila perlu, ada sanksi tegas kepada pihak yang melanggar.

"Dalam dua minggu ke depan memang perlu ada penekanan, dari pemerintah dari aparat penegak hukum dan dari kesadaran masyarakat sendiri. Kita sudah lihat varian baru, juga sudah menjalar saya lihat ada banyak anak terkena COVID, wisma atlet sudah penuh," ujarnya.

"Ya kalau perlu saksinya agak tegas supaya selama dua pekan ini kita bisa sama sama menekan laju COVID," kata Dasco.

Dasco berharap masyarakat menahan diri di rumah dan tidak bepergian selama dua minggu ke depan. Jadi mobilitas masyarakat berkurang.

"Kita berharap dua pekan ke depan kita bisa sama-sama tinggal di rumah untuk sama-sama mengatasi lonjakan COVID, mempersedikit ruang gerak agar COVID tidak berjalan," ujarnya.

(eva/gbr)