Juan Pembunuh Kakak Gegara Halangi Nikah di Depok Dituntut Hukuman Mati

Matius Alfons - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 16:25 WIB
Kantor PN Depok
Pengadilan Negeri Depok (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta -

Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Depok menuntut mati Juan alias Juana dalam sidang virtual di Pengadilan Negeri Depok. Juan dianggap bersalah dalam perkara tindak pidana pembunuhan kakaknya di Depok.

Tuntutan itu dibacakan oleh jaksa penuntut umum Arif Syafrianto dan Rozi Julianto dalam sidang yang berlangsung secara virtual, Senin (21/6/2021). Jaksa pun menyampaikan bahwa sejumlah hal yang disebut memberatkan bagi terdakwa.

Adapun hal yang memberatkan terdakwa antara lain:

- Perbuatan terdakwa dilakukan secara keji dan sadis.

- Perbuatan terdakwa dapat mengganggu stabilitas keamanan dan memicu terjadinya kerusuhan antarmasyarakat, terutama keluarga korban dengan keluarga terdakwa

- Perbuatan terdakwa dalam melakukan pembunuhan yang pertama dan yang kedua tidak memperhatikan keberadaan manusia sebagai makhluk yang beradab.

Tak hanya itu, jaksa menyatakan tidak ada hal-hal yang meringankan tuntutan terdakwa.

"Penuntut umum dalam surat tuntutannya menyampaikan tidak ada hal yang meringankan. Atas pertimbangan tersebut, penuntut umum menuntut pidana terhadap terdakwa Juwana Alias Juwan Bin Rustani dengan pidana mati," kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok Herlangga Wisnu Murdianto dalam keterangannya, Senin (21/6/2021).

Tak hanya Juan, terdakwa lainnya, Haerudin Bin Ace, dituntut oleh jaksa dengan hukuman seumur hidup. Jaksa juga menyampaikan tidak ada hal yang meringankan tuntutan terdakwa.

Untuk diketahui, kasus pembunuhan yang menjerat Juan ini bermula dari kecurigaan pemilik kontrakan terhadap sebuah ubin di salah satu rumah yang berwarna beda. Dibantu dua warga lainnya, pemilik korban kemudian membongkar lantai tersebut.

Hasil penggalian itu kemudian menemukan satu jasad pria yang telah menyatu dengan tanah. Polisi mengatakan jasad pria tersebut ditemukan dalam kondisi duduk.

Setelah diusut oleh pihak kepolisian, ternyata jasad yang ditemukan dalam ubin tersebut merupakan korban pembunuhan. Pelaku pembunuhan ternyata adik dari korban sendiri, yakni Juan.

Pihak kepolisian pun menyebut motif Juan menghabisi nyawa kakaknya sendiri lantaran persoalan dilarang menikah dengan pacarnya. Juan, yang dilarang menikah lantaran tidak boleh melangkahi, pun naik pitam dan membunuh kakaknya itu.

Tindakan yang dilakukan Juan dinyatakan oleh jaksa melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Kedua Pasal 181 KUHPidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(maa/idh)