18 Pekerja Stadion untuk Piala Dunia U-20 di Bali Terpapar COVID-19

Sui Suadnyana - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 14:59 WIB
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render
Foto: Getty Images/BlackJack3D
Denpasar -

Sebanyak 18 pekerja PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk yang merenovasi Stadion Kapten I Wayan Dipta, yang bakal jadi venue Piala Dunia U-20, terpapar virus Corona (COVID-19). Enam dari 18 orang tersebut dirawat di rumah sakit (RS).

Seperti diketahui, markas Bali United yang berada di Banjar Buruan, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, itu direnovasi sebagai salah satu venue dalam Piala Dunia U-20 sepakbola mendatang. Pergelaran itu akan dilakukan pada 2023.

"Total kasus terkonfirmasi di PT PP Persero Divisi Gedung sebanyak 18 orang," kata Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kabupaten Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (21/6/2021).

Wisnu menuturkan semua bermula ketika ada kunjungan PT PP pusat yang mengecek persiapan pembangunan stadion untuk Piala Dunia U-20, pada Sabtu (12/6). Dua karyawan, berinisial A dan T, menemani kunjungan tersebut.

Lalu, pada Senin (14/6), Adi mengeluh sakit flu. Sehari kemudian, T juga mengeluh sakit tenggorokan.

Pada Rabu (16/6) T melakukan pemeriksaan rapid antigen dengan hasil positif. A, yang tinggal serumah dengan T, akhirnya juga melakukan pemeriksaan rapid test antigen dan hasilnya juga positif.

"Pemeriksaan lagi dikembangkan dengan memeriksa karyawan yang lainnya sebanyak 38 orang dengan hasil 6 orang karyawan positif. Jadi total di lingkup karyawan didapatkan 8 orang rapid antigen positif. Hasil ini dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR dengan hasil 7 orang positif dan 1 orang negatif," terang Wisnu.

Kemudian pada Kamis (16/6) dilakukan rapid test antigen massal terhadap 285 orang pekerja stadion untuk Piala Dunia U-21 di sana dengan hasil 10 orang positif. Hasil itu kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR dengan hasil semuanya positif.

Sebelum rapid test antigen massal pada pekerja maupun karyawan, ternyata sudah ada satu orang pekerja yang sakit dan terkonfirmasi positif dirawat di RS Ganesa. Karena itu, total yang positif mencapai 18 pekerja. Dari 18 pekerja tersebut, enam orang yang bergejala telah dirawat di RS Ganesha dan 11 tidak bergejala melakukan isolasi mandiri di kosnya.

"Tanggal 18 Juni 2021 sebanyak 6 orang kasus yang terkonfirmasi telah dirawat di RS Ganesha. Sisanya lagi 11 orang melakukan isolasi mandiri di tempat kos masing-masing. Total kontak erat baik dari karyawan dan pekerja sebanyak 247 orang," terang Wisnu.

(aik/aik)