Warga DKI Sela Sidang Juliari soal Ganti Rugi Bansos, Hakim Kesampingkan

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 13:53 WIB
Jakarta -

Sejumlah warga DKI Jakarta korban korupsi bansos Corona yang diwakili kuasa hukumnya dari YLBHI Jakarta, Nelson Nikodemus, hendak menyampaikan permohonan penggabungan gugatan terhadap mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara. Permohonan ini disampaikan langsung di hadapan majelis hakim sidang Juliari.

Ketua majelis hakim sidang bansos Corona dengan terdakwa Juliari, Muhammad Damis, awalnya membuka sidang dan memeriksa data para saksi yang dihadirkan jaksa. Di sela sidang, Nelson, yang berada di kursi pengunjung, menyela hakim untuk mengajukan permohonannya.

"Izin majelis, kami ingin menyampaikan permohonan," kata Nelson dalam sidang Juliari di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (21/6/2021).

Hakim sempat menanyakan tujuan Nelson. Hakim pun menyampaikan bahwa sidang ini sedang tidak membahas permohonan Nelson.

"Anda siapa? Saudara, saya mohon ini bukan persidangan untuk perkara Saudara, ya," kata Damis.

"Maksud saya kami mohon waktunya untuk mengajukan permohonan penggabungan gugatan, Yang Mulia, terhadap perkara ini," jawab Nelson.

Hakim akhirnya tetap melanjutkan sidang. Dia meminta Nelson menyampaikan permohonan nanti.

"Nanti ya, Saudara," ujar hakim.

Kecewa terhadap Sikap Hakim

Di luar sidang, Nelson menuding hakim telah mengacuhkan permohonan penggabungan perkaranya dengan sikap yang ditunjukkan. Dia pun kecewa atas sikap hakim.

"Kita sudah mengajukan permohonan penggabungan gugatan ganti rugi kerugian dalam kasus korupsi bantuan sosial sembako COVID-19 yang terdakwanya Juliari Batubara. Tapi kemudian yang kita dapatkan responnya di luar dugaan. Kita sudah meminta waktu untuk bicara saat awal persidangan di mana itu masih belum masuk pemeriksaan tapi kemudian ketua majelis hakim bersifat mengacuhkan," ujarnya.

"Memang sempat merespons tapi kemudian ada nada menolak dengan menyatakan 'perkara saudara bukan di sini'. Ini sebetulnya tindakan ketua majelis hakim yang ternyata juga ketua pengadilan Jakarta Pusat itu sangat di luar dugaan, mengecewakan, dan sangat tidak ramah terhadap pencari keadilan," tambahnya.

Nelson berharap hakim dapat memperhatikan nasib korban korupsi bansos Corona. Meski begitu, Nelson mengatakan akan datang lagi ke sidang berikutnya untuk mengajukan secara langsung permohonan penggabungan perkaranya.

"Ini nggak mungkin pakai gugatan baru. Kita tetap berupaya menggabungkan ini di dalam pemeriksaan perkara ini. Di persidangan selanjutnya kita akan hadir, kita berharap ketua majelis hakim bisa mengubah sikapnya. Kalau nggak bisa, kita ada langkah hukum. Paling sederhana kita bisa adukan ke Komisi Yudisial karena itu sangat tidak patut sikap seperti itu," ucapnya.

Selanjutnya >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2