Geger 'Al-Qur'an atau Pancasila', Aktivis Antikorupsi: Novel Bukan Teroris!

Eva Safitri - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 07:20 WIB
Feri Amsari
Feri Amsari (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menjelaskan pertanyaan pilih Al-Quran atau Pancasila dilontarkan kepada seseorang yang berkategori berat dan biasa digunakan untuk merekrut teroris. Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas Feri Amsari menegaskan Novel Baswedan dkk bukan teroris.

"Novel sudah pasti bukan teroris. Kalau teroris sudah ditangkap dengan UU terorisme. Faktanya tidak. Novel itu dituduh teroris oleh para koruptor agar orang lupa bahwa koruptor itulah yang teroris," kata Feri kepada wartawan, Minggu (20/6/2021).

Feri menilai pernyataan BKN merupakan kamuflase. Jadi, menurutnya, pemberhentian Novel dkk dianggap benar dan memiliki alasan.

"Itulah anehnya, bagi saya cap itu hanyalah kamuflase pembenaran agar pemberhentian mereka mendapatkan alasan," ujarnya.

Pandangan yang sama datang dari Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Fakultas Hukum UGM, Zaenur Rohman. Dia mengatakan narasi Taliban atau teroris memang sejak awal dituduhkan ke KPK untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat.

"Taliban adalah narasi hoax untuk mendeligitimasi dukungan moral masyarakat kepada KPK. Hoax tersebut disebarkan jelang revisi UU KPK hingga saat ini," ucapnya.

"Novel itu menakutkan bagi koruptor. Dia seorang penegak hukum yang bahkan dilukai dengan air keras. Yang menuduh Novel sebagai teroris, memang kalau bukan koruptor ya suruhannya," lanjut Zaenur.

Zaenur mengatakan jika ada teroris di lingkungan KPK sebaiknya ditangkap dan diadili bukan malah disingkirkan. Dia mengatakan dengan mem-framing Novel dkk sebagai teroris merupakan bentuk nyata untuk menyingkirkan.

"Jika ada teroris di KPK atau di lembaga manapun silakan ditangkap dan diadili. Namun, mem-framing orang sebagai teroris karena tampilannya itu tidak lain karena ingin menyingkirkan," ujarnya.

Simak penjelasan BKN terkait maksud pertanyaan pilih Al-Qur'an atau Pancasila

Saksikan video 'Soal Transparansi TWK, KPK: BKN yang Memiliki Otoritas':

[Gambas:Video 20detik]