Sudut Pandang

Modus Operandi Calo Kawin Kontrak di Cianjur, Cukup 10 Menit

Isfari Hikmat - detikNews
Minggu, 20 Jun 2021 18:36 WIB
Jakarta -

Kawin kontrak di Cianjur melibatkan banyak pihak, salah satunya adalah calo. Calo dalam kawin kontrak bertugas menghubungkan antara pria hidung belang yang berasal dari negara timur tengah dengan pihak perempuan.

Dalam program Sudut Pandang di detikcom, seorang calo kawin kontrak mengungkapkan klien prianya berasal dari TKI yang sudah pulang ke Tanah Air. Temannya itulah yang mengenalkan pria timteng yang ingin kawin kontrak pada dia.

"Jadi pertama awal, awalnya gini. Dari ibaratnya teman kan pernah kerja di TKI Saudi, jadi gitu, minta nomor telpon, sambung menyambung terus, kebanyakan. Teman mah asalnya kan dia di Dubai, pulang, kontakan-kontakan mau tur wisata, jadi dari orang arab dikasih lagi ke teman-temannya di sana, jadi sambung-menyambung kontak," ujar Encep (bukan nama sebenarnya).

Ketika kliennya tiba, Encep akan menjemputnya di Bandara Soekarno Hatta. Dia akan dibawa ke villa di daerah Kota Bunga atau Bogor, tergantung kesepakatannya.

"Paling 40 umur ke bawah lah, 35 ke bawah itu," jawab Encep saat ditanya soal umur klien-klien kawin kontrak dirinya.

"Sebulan, dua bulan lah lamanya," lanjut Encep bercerita tentang waktu yang mereka habiskan di Indonesia pada umumnya.

Pria timur tengah ini biasanya mencari perempuan yang ayu dan pendiam untuk kawin kontrak. Dan perempuan itu juga harus tidak aneh-aneh maunya.

Ketika akad, Encep mengatakan tidak ada perjanjian tertulis dalam kawin kontrak. Hanya ucapan belaka, bahkan kalau mau cerai, sang suami tinggal ngomong talak saja maka selesailah kontraknya.

"Ibaratnya ingin dihalalin. Jangan sampai timbul zina," kata Encep menjelaskan tentang alasan kliennya memilih kawin kontrak.

Jika perempuan sudah siap, maka proses kawin kontrak sudah bisa langsung dilakukan. Urusan mahar adalah tanggung jawab kliennya, biasanya sekitar Rp 10 jutaan. Pihak laki-laki juga mengeluarkan biaya lain-lain di luar mahar, seperti mendatangkan 'ustaz' sebagai penghulu.

"Ya, kelihatan ustaz, gitu. Atau cabutan, yang penting jadi, itu saja," kata Encep.

Prosesi akad ini, menurut Encep hanya berlangsung kurang lebih 10 menit. Dalam akad ada ijab kabul dan doa-doa seperti proses pernikahan normal.

Usai akad kawin kontrak, jika kliennya baik maka akan ada makan-makan, tapi tidak sedikit juga yang langsung selesai begitu saja. Dari kawin kontrak ini jika perempuannya pintar maka bisa dapat untung besar.

"Misalkan kalau sudah jadi nih, sudah jadi suami-istri, dia jalan-jalan ibaratnya ke mall lah, ke mall gitu, suruh ambil suruh ambil. Apa mau beli apa, silahkan. Sampai-sampai ada yang sudah beres dibawa mesin cuci segala. Ya itu mah paling pintarnya cewek, kalau pintar dia pasti jadi barang," ungkap Encep.

Jika kontrak sudah habis maka suami kawin kontrak akan menjatuhkan talak cerai. Jika laki-lakinya baik maka akan uang dari talak cerai akan besar, tapi lain urusannya jika dia pelit.

"Paling cuma dari kata-kata si arab, nalak dia, sudah. Ibaratnya kalau bahasa kita, jangan hubungi saya lagi dikarenakan saya punya istri di sananya, gitu. Kurang tahu sih kalau bayaran talaknya. Gimana arabnya, kalau yang baik gede, kalau yang susah uang, dikit. Pelit lah," tuturnya.

(gah/fuf)