Daftar Provinsi Taat Prokes COVID-19, DKI Terendah di Pulau Jawa!

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 12:20 WIB
Woman with hands in latex glove holding protective medical white mask.
Ilustrasi masker (Foto: Getty Images/iStockphoto/Natasa Ivancev)
Jakarta -

Ketaatan terhadap protokol kesehatan (prokes) disorot di tengah kasus positif virus Corona atau COVID-19 di Indonesia yang meningkat. Provinsi mana yang paling taat prokes?

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 secara rutin memperbarui data monitoring kepatuhan prokes tingkat nasional. Berdasarkan data kepatuhan prokes di 34 provinsi per 13 Juni 2021, Satgas Penanganan COVID-19 mencatat terdapat 20 dari 34 provinsi dengan rata-rata kepatuhan menggunakan masker di bawah 85 persen. Data ini dihitung selama 7 hari terakhir.

Provinsi paling taat terhadap aturan penggunaan masker di Indonesia adalah Bali dengan 98,5 persen. Posisi kedua paling taat ditempati Sulawesi Barat 97,9 persen dan posisi ketiga Kepulauan Riau 93,1 persen.

Sebaliknya, provinsi dengan kepatuhan memakai masker terendah adalah Maluku Utara dengan 11,6 persen. Diikuti Bengkulu 42,9 persen di posisi dua terendah dan Maluku 46,1 persen di posisi tiga terendah.

Bagaimana dengan DKI Jakarta?

Di Pulau Jawa dan Bali, DKI Jakarta menempati peringkat terendah kepatuhan menggunakan masker dengan 70,2 persen, diikuti Nusa Tenggara Barat (NTB) 70,8 persen, dan Jawa Timur 85,3 persen.

Satgas Penanganan COVID-19 juga mencatat angka kepatuhan menjaga jarak. Secara nasional, Sulawesi Barat berada di peringkat pertama provinsi paling patuh dengan 99,4 persen, disusul Bali 96,4 persen, dan Kalimantan Barat 95,2 persen.

Sementara itu, provinsi dengan kepatuhan menjaga jarak terendah adalah Maluku Utara 0,0 persen, diikuti Maluku 44,4 persen, dan Bengkulu 52,4 persen.

DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi dengan kepatuhan menjaga jarak terendah di Pulau Jawa dan Bali dengan angka 58,8 persen. Posisi dua terendah ditempati NTB 81,7 persen dan ketiga terendah adalah NTT 82,4 persen.

Terkait rendahnya kesadaran prokes di Ibu Kota, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti sebelumnya mengungkap kesadaran warga dalam menerapkan prokes COVID-19 mulai menurun. Widyastuti mengatakan salah satu penyebabnya ialah warga sudah mulai jenuh akan kondisi pandemi COVID-19.

Penyebab lainnya, sebut Widyastuti, warga merasa aman karena telah divaksinasi COVID-19. Atas hal ini, Dinkes DKI berupaya menggencarkan sosialisasi penerapan prokes COVID-19.

"Ini yang harus campaign terus-menerus. Meski vaksinasi sudah dilakukan dua kali, tetap prokes jadi sesuatu yang penting, yang terus-menerus jadi budaya yang kita lakukan," kata Widyastuti di YouTube BNPB Indonesia, Kamis (17/6).

Simak video 'Anies: Kasus Corona di Jakarta Hari Ini Rekor Tertinggi':

[Gambas:Video 20detik]



(run/haf)