Sekolah Tatap Muka di Jakarta Layu Sebelum Berkembang

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 16:52 WIB
Sekolah
Ilustrasi sekolah (Foto: shutterstock)
Jakarta -

Rencana penyelenggaraan sekolah tatap muka di Jakarta layu sebelum berkembang. Rencana itu dibatalkan pasca kasus COVID-19 di DKI Jakarta terus melonjak.

Sekolah tatap muka rencananya bakal digelar pada 15 Juli 2021 mendatang. Hal itu menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengarahkan sekolah tatap muka terbatas mulai digelar pada 1 Juli 2021 mendatang.

Pada 9 Juni, Pemprov DKI pun mulai melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Ada 226 sekolah yang mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka secara terbatas.

Jumlah ini terdiri dari 143 sekolah yang dinyatakan lolos asesmen. Kemudian 83 sekolah yang sebelumnya mengikuti pilot project pembelajaran tatap muka pada 7 April 2021.

"Ya otomatis (83 sekolah) ikut semua di luar 143 sekolah. Jadi ada 226 sekolah," ujar Kasubag Humas Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Taga Radja saat dihubungi, Selasa (8/6/2021).

Kasus COVID-19 di DKI Jakarta kemudian terus menanjak. Pada 10 Juni, tambahan kasus COVID-19 di DKI terus menyentuh angka di atas 2.000 hingga pada 16 Juni total kasus aktif di Jakarta sudah mencapai 20.311. Desakan agar sekolah tatap muka ditunda pun merebak.

Hari ini, Pemprov DKI pun mengambil keputusan. Uji coba pembelajaran tatap muka di 226 sekolah di Ibu Kota diputuskan untuk dihentikan.

"Dengan kondisi saat ini dan rapat bersama antar satgas kita putuskan saat ini piloting tatap muka tidak dilanjutkan. Sambil menunggu situasi di DKI Jakarta," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, di YouTube BNPB Indonesia, Kamis (17/6/2021).

Lonjakan COVID DKI

Untuk diketahui, dalam sepekan terakhir kasus Corona mengalami lonjakan drastis. Merujuk pada data BNPB sepekan terakhir, kasus tambahan Corona di Jakarta naik signifikan. Berikut datanya per 6 Juni 2021:

6 Juni: 1.019
7 Juni: 1.197
8 Juni: 755
9 Juni: 1.376
10 Juni: 2.091
11 Juni: 2.293
12 Juni: 2.455
13 Juni: 2.769
14 Juni: 2.722
15 Juni: 1.502
16 Juni: 2.376

Per kemarin, total kasus COVID di Jakarta sebanyak 454.671, dengan kasus aktif sebesar 20.311. Kasus sembuh 426.617 dan kasus meninggal 7.524.

Anies mengatakan dalam sepekan terakhir positivity rate di Jakarta naik hampir dua kali lipat. Anies juga menyinggung okupansi tempat tidur di rumah sakit yang mengalami kenaikan signifikan. Pada pekan lalu, lanjut Anies, keterisian tempat tidur di rumah sakit berada di angka 45 persen. Namun per kemarin naik menjadi 75 persen.

"Dalam waktu 1 minggu mengalami pertambahan 50%, postivity rate juga meningkat, yang minggu lalu 9%, hari ini 17%," sambung Anies, di lapangan Blok S, Minggu (14/6/2021).

(mae/fjp)