Bacaan Sujud Tilawah, Tata Cara, Rukun, dan Dalilnya

Rahma I Harbani - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 14:35 WIB
Sholat
Foto: iStock
Jakarta -

Sujud tilawah berakar dari dua kata dasar bahasa Arab di mana sujud berarti tunduk dan merendahkan diri, sementara tilawah artinya membaca Al Quran. Hal ini berarti menurut buku Serba-Serbi Sujud Tilawah oleh Maharati Marfuah, Lc, sujud tilawah adalah sujud yang disebabkan karena membaca ayat Al Quran.

Atau lebih lengkapnya, sujud tilawah adalah sujud yang dikerjakan karena membaca atau mendengar bacaan ayat-ayat sajdah di dalam sholat maupun di luar sholat. Sujud tilawah disebut juga dengan sujud bacaan.

Melansir dari buku Step by Step Sukses Membaca Al-Qur'an dengan Tartil yang ditulis oleh Siti Pramitha Retno Wardhani. S.Si, ayat sajdah itu merupakan ayat-ayat tertentu dalam Al Quran yang bila dibaca, maka disunnahkan bagi yang membaca dan mendengarkan untuk melakukan sujud tilawah.

Ayat sajdah ini terdapat di beberapa surah dalam Al Quran di antaranya adalah pada salah satu ayat dalam surat Al A'raf, Ar Ra'd, An Nahl, Al Isra', Maryam, Al Furqan, An Naml, As Sajdah, Fussilat, An Najm, Al Insyiqaq, Al 'Alaq, serta surat Al Hajj yang memiliki dua ayat sajdah.

Lantas bagaimana bunyi bacaan dan tata cara melakukan sujud tilawah?

Bacaan Sujud Tilawah

سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Bacaan latin: "Sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam'ahu, wa bashorohu bi khaulihi wa kuuwatihi fatabarakallahu ahsanul kholiqiin."

Artinya: "Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya, yang membentuknya, dan yang memberi pendengaran dan penglihatan, Maha berkah Allah sebaik-baiknya pencipta," (HR. Ahmad, Abu Dawud, Hakim, Tirmidzi, dan Nsa'i)

Tata Cara Sujud Tilawah

Berikut ini tata cara sujud tilawah yang bisa dilakukan:
1. Di dalam Sholat
Jika saat kita sholat dan membaca ayat sajdah, maka kita hendaknya langsung sujud tanpa melakukan rukuk dan i'tidal lebih dulu. Setelah membaca doa atau bacaan sujud tilawah selesai, sebaiknya kembali ke posisi berdiri seperti semula dan melanjutkan sholat.

Jika dalam sholat berjamaah makmum mendengar bacaan ayat sajdah dibacakan, maka makmum tidak boleh melakukan sujud tilawah jika imam tidak melakukannya. Sebaliknya, jika imam melakukannya, maka makmum harus ikut melakukannya juga.

2. Di Luar Sholat
Segeralah bertakbir lalu sujud sebanyak satu kali, kemudian bertakbir lagi untuk bangun dari sujud. Bisa juga langsung sujud sebagaimana sujud dalam sholat tanpa didahului dengan takbir.

Adapun rukun-rukun sujud tilawah yang dilakukan di luar sholat seperti dikutip dari buku Panduan Salat Wajib dan Sunah karya Ustadz Muhammad Syafril adalah sebagai berikut:

Rukun Sujud Tilawah

1. Takbiratul ihram;
2. Sujud; dan
3. Salam setelah duduk.

Artinya: "Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi". Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'." (QS. Al Isra: 107-109).

Dalam suatu riwayat hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِى يَقُولُ يَا وَيْلَهُ - وَفِى رِوَايَةِ أَبِى كُرَيْبٍ يَا وَيْلِى - أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِىَ النَّارُ

Artinya: "Jika anak Adam membaca ayat sajdah lantas sujud, maka menyingkirlah setan sambil menangis dan berkata, "Celakalah diriku, ia (Anak Adam) diperintahkan sujud dan ia patuh lalu sujud, maka baginyalah surga. Sedang aku sendiri diperintahkan untuk bersujud namun aku menolak, maka untukku neraka." (HR. Muslim, dan Ibnu Majah dalam Nashbur Roayah Volume 2 halaman 178).

Riwayat lainnya yang menegaskan bahwa sujud tilawah hukumnya sunnah adalah saat hari Jumat, Umar bin Khattab pernah membacakan surah An Nahl hingga ayat sajdah, beliau turun untuk sujud dan diikuti oleh yang lain.

Ketika datang Jumat berikutnya, beliau pun membaca surat yang sama hingga pada ayat sajdah, beliau berkata:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا نَمُرُّ بِالسُّجُودِ فَمَنْ سَجَدَ فَقَدْ أَصَابَ ، وَمَنْ لَمْ يَسْجُدْ فَلاَ إِثْمَ عَلَيْهِ

Artinya: "Wahai sekalian manusia. Kita telah melewati ayat sajadah. Barangsiapa bersujud, maka dia mendapatkan pahala. Barangsiapa yang tidak bersujud, dia tidak berdosa." Kemudian 'Umar pun tidak bersujud." (HR. Bukhari no. 1077).

Itulah penjelasan lengkap mengenai sujud tilawah. Artinya alangkah lebih baiknya, saat mendengar ayat sajdah kita bisa melaksanakan sujud tilawah.

(nwy/nwy)