Alasan Bima Arya Ingin Sengkarut GKI Yasmin Selesai di Era Kepemimpinannya

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 18:34 WIB
Bima Arya
Bima Arya (Foto: dok. Pemkot Bogor)
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya ngotot ingin menyelesaikan sengkarut Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin. Bima Arya mengaku tidak ingin 'mewariskan' sengkarut GKI Yasmin yang sudah berlangsung selama 15 tahun kepada penerusnya.

"Jadi, kalau mau nyaman, ya kita biarin saja (kasusnya), biar pengganti nanti yang bisa menyelesaikan. Tapi saya nggak mau menyerahkan ke pengganti saya. Dan masalah ini harus selesai di zaman saya dengan segala risikonya," ujar Bima kepada wartawan di Rumah Pergerakan Griya Gus Dur, Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2021).

"Bahwa tidak semua sepakat itu risiko dalam setiap kebijakan publik. Dan itu harus kita hadapi bersama-sama dan terus membangun komunikasi dengan semua, baik yang setuju maupun tidak setuju," sambungnya.

Lebih lanjut Bima Arya menepis tudingan yang mengatakan dirinya menyelesaikan sengkarut GKI Yasmin demi prestasi. Bima menegaskan penyelesaian masalah di wilayahnya merupakan kewajibannya sebagai Wali Kota Bogor.

"Terus soal prestasi, saya kira jangan terlalu ditarik ke arah itulah. Bagi saya murni, ini adalah kewajiban negara, kewajiban saya sebagai wali kota untuk memenuhi hak warga. Dan ini bagian dari janji kampanye saya, harus tuntas. Sama seperti janji saya terhadap angkot, seperti janji saya terhadap kemacetan, itu juga janji yang harus dipenuhi," jelas Bima.

Sementara itu, founder Wahid Foundation, Yenny Wahid, menyebut bisa saja seorang kepala daerah membiarkan kasus GKI Yasmin itu. Namun, kata Yenny, Bima Arya bukan orang yang seperti itu. Dia memandang Bima Arya sebagai sosok yang gigih.

"Lebih mudah buat orang seperti Pak Bima Arya, lebih mudah sebagai seorang kepala daerah untuk membiarkan masalah ini berlarut-larut saja. Ya sudah, biarin sajalah sampai menyelesaikan masa jabatan tidak mengambil langkah apa pun. Itu jauh lebih mudah," kata Yenny.

"Yang saya apresiasi di sini adalah kegigihan Pak Bima Arya dalam coba merangkul semua pihak yang terlibat dalam pertikaian ini, mendengarkan semua pihak, mendengarkan semua aktor, semua stakeholder, semua didengar suaranya. Dan kemudian sampai di titik ini di mana warga diberikan untuk beribadah. Saya rasa itu harus kita apresiasi itu proses politik panjang seperti itu," imbuhnya.


Penolakan Relokasi GKI Yasmin

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor telah menghibahkan lahan baru untuk pembangunan rumah ibadah GKI Yasmin di Cilendek Barat sebagai solusi sengkarut 15 tahun. Kini muncul pihak yang memprotes solusi itu.

Simak di halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2