Round-Up

Wisma Atlet Jakarta Berjibaku Kendalikan Lonjakan Corona

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 06:20 WIB
Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet, Jakarta, meningkat. Kini Bed Occupancy Rate (BOR) di Wisma Atlet menyentuh angka 80% dari kapasitas normal.
Wisma Atlet (Foto: Rengga Sencaya)
Jakarta -

Kondisi Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, sudah masuk 'lampu merah'. Berbagai langkah disiapkan untuk mengantisipasi pasien Covid-19 yang semakin melonjak.

Berdasarkan data per Minggu (13/6/2021), pukul 06.00 WIB, tingkat keterisian tempat tidur mencapai angka 80,68 persen. Jumlah pasien masuk lebih dari 500 orang.

Jumlah bed: 5.994
Jumlah pasien: 4.836
Sisa bed: 1.158
Persentase bed terpakai: 80,68%
Persentase sisa bed: 19,32%
Pasien masuk: 537
Pasien keluar: 208

Koordinator Humas RSD COVID-19 Wisma Atlet Letkol TNI AL M Arifin mengatakan pasien tersebut datang dari berbagai wilayah di Jakarta. Warga diminta terus waspada.

"Pasien datang dari berbagai puskesmas di DKI. Ini sudah mulai banyak dan sudah agak merata. Ini DKI harus waspada," ujar Arifin.

Arifin menilai perlu kebijakan pembatasan ketat. Kebijakan itu diharapkan dapat menekan angka kasus Covid-19.

"Kebijakan pembatasan ketat minggu depan ini diperlukan. Kalau tidak, akan bisa kolaps faskes (fasilitas kesehatan) yang ada di DKI seminggu ke depan," kata Arifin.

Tempat Tidur Tambahan Disiapkan

Arifin mengatakan ada sejumlah alternatif yang telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid-19. Salah satunya mengaktifkan kembali tempat tidur yang sudah ada.

"Manti ada rencana alternatif pertama. Apabila 1.100 penuh, ada alternatif pertama penambahan, bukan penambahan ya. Sudah ada bed yang di kamar yang selama ini dipakai 2 bed. Padahal sebenernya 3 bed isinya. Nah ini akan diaktifkan mulai 1.300 kalau sudah penuh diaktifkan kembali, sehingga bisa menambah sekitar 2.000 bed atau sekitar 30% untuk menambah okupansi kita," kata Arifin.

Wisma Atlet akan menyiapkan tower 8 sebagai salah satu tower aktif. Nantinya, tower ini difokuskan untuk merawat pasien bergejala ringan dan Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Nanti bisa menampung 1.600 orang. Jadi ini langkah yang diambil untuk mengantisipasi lonjakan sepekan ke depan. Kita nggak tahu ini sepekan ke depan masih melonjak atau tidak. Ya mudah-mudahan landai," kata Arifin.

Dia berharap kasus aktif COVID-19 di Jakarta segera bisa diredam. Saat ini tower 8 Wisma Atlet Pademangan masih digunakan untuk karantina WNI yang baru pulang dari luar negeri.

"Sama dipakai untuk karantina pekerja migran Indonesia. Mudah-mudahan besok kasusnya landai, mudah-mudahan towernya tidak akan terpakai," jelasnya.

Simak video 'Langkah Dinkes DKI Hadapi Lonjakan Kasus COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]